Berita

Adi Feri Jujur, KPK Yang Salah

SELASA, 14 JUNI 2016 | 10:46 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Sejumlah aktivis yang peduli dengan kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mendatangi Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, siang ini (Selasa, 14/6).

Mereka akan meminta Adi Feri dipekerjakan kembali sebagai pegawai honorer di Kementerian Dalam Negeri.

Adi diberhentikan karena menulis kepanjangan KPK sebagai Komisi Perlindungan Korupsi di dalam surat undangan yang dikirim Kemendagri ke lembaga anti rasuah


Para aktivis yang bakal mendatangi kantor Kemendagri di Jalan Medan Merdeka Utara Jakarta Pusat antara lain Kordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M. Massardi, aktivis perempuan Ratna Sarumpaet, dan Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto. Musisi Ahmad Dhani dikabarkan akan bergabung dengan Adhie Cs.  

"Orang ini (Adi) jujur dan tidak salah. Dia harus direhabilitasi dan dipekerjakan kembali," kata Adhie kepada redaksi sesaat lalu.

Apa yang ditulis Adi menjadi cerminan dari persepsi dan pandangan masyarakat bahwa KPK melindungi koruptor. Karenanya KPK seharusnya introspeksi.

"Justru yang salah KPK nya. Misalnya, orang tahu kasus sumber waras, century, hambalang dan kasus-kasus lainnya tidak jelas. Ini yang menjadi pandangan masyarakat saat ini," katanya.

Bagi Adhie, penulisan kepanjangan KPK sebagai komisi perlindungan korupsi bukan salah ketik. Pandangan seperti itu yang mengendap di bawah sadar Adi dan juga masyarakat luas.

"Kalau ditulis komisi pengberangtasan korupsi baru salah ketik. Ini seperti KUHP, 'kasih uang habis perkara'. Bukan salah ketik tapi persepsi masyarakat memang demikian," tukasnya.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya