Berita

NASARUDDIN UMAR:NET

Meraih Ketenangan Batin (18)

Berlatihlah Bermurah Hati

SENIN, 06 JUNI 2016 | 08:33 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

BERMURAH hati (al-jud) ada­lah salahsatu anak tangga untuk menggapai ketenangan batin. Suatu ketika Abdullah bin Ja’far pergi menengok ke­bunnya. Di tengah perjalanan, ia melihat seorang budak hitam yang tengah bekerja di kebun kurma. Budak itu membawa tiga potong roti sebagai bekal makanannya. Lalu seekor anjing mendekatinya, dan Budak itu melemparkan sepotong rotinya ke­pada anjing itu dan dimakannya. Kemudian setelah habis dimakan, ia melemparkan sepotong lagi dan anjing itu melahapnya. Kemudian ia melemparkan sepotong rotinya yang ketiga pada anjing itu dan anjing itu melahapnya hingga habis. Abdullah bertanya: "Berapa bekal makananmu setiap hari?" Jawabnya: "Hanya tiga potong roti." Abdullah bertanya lagi: "Mengapa engkau memberikan semuanya kepada anjing itu, dan engkau sendiri tidak makan?" Ia menjawab: "Sebab di daerah kami tidak ada anjing, jadi aku pikir anjing ini pasti datang dari jauh dalam keadaan lapar, dan aku tidak mau mengusirnya." Tanya Abdullah lagi: "Lalu, apa yang engkau makan hari ini?" Ia menjawab: "Aku berlapar saja sampai besok. Kata Abdullah: "Benar-benar inilah yang namanya dermawan yang murah hati, dan budak ini lebih dermawan dari pada aku. Akhirnya, aku membeli kebun itu dan segala isi dan peralatannya serta budak itu, lalu aku me­merdekakannya dan kuberikan semuanya kepada si budak tadi, subhanallah.

Pesan dari cerita ini menggambarkan keistime­waan sifat-sifat kemurahan hati seorang yang rela mengorbankan harta dan miliknya lebih banyak ketimbang yang ia miliki sendiri. Orang yang sampai kepada maqam al-jud posisinya lebih tinggi dari pada dermawan biasa (al-sakha'), yang dapat men­gorbankan sebagian kecil hartanya tetapi masih menyimpan sebagian besar lainnya. Kerendahan hati biasa juga disebut al-muatstsir yaitu orang yang sanggup menanggung segala kesulitan dan ba­haya demi mengorbankan segala kemampuannya. Dengan demikian, al-Itsar (mengutamakan orang lain) merupakan peringkat tertinggi, kemudian urutan berikutnya adalah al-sakha', sebagaimana firman Allah: "Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. Al-Hasyr/59: 9).

Kedermawanan bagi bagi orang-orang keban­yakan (awwam) sudah cukup, meskpun tidak tertutup kemungkinan untuk naik ke maqan al-jud. Kedermawanan sudah mampu mendekatkan diri seseorang kepada Tuhannya, sebagaimana sabda Rasulullah Saw: "Orang yang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dekat dengan sesama manusia, dan jauh dari neraka. Sedangkan orang yang kikir jauh dari Allah, jauh dari surga, jauh dari manusia, dan dekat dengan neraka."


Keterangan dari ayat dan hadis di atas menun­jukkan betapa mulianya orang yang dikaruniai kemurahan hati (al-jud). Dalam era sekarang ini mungkin orang seperti ini langka. Yang banyak ditemukan ialah kebalikannya, yaitu kikir dan pelit. Bahkan banyak orang yang sesungguhnya sudah mampu, tetapi dirasuku kebiasaan meminta-minta, mereka suka menumpuk harta dan tanpa perasaan bersalah membiarkan hartanya menumpuk di bawah penguasaannya, sementara di sekitarnya banyak orang menjerit diterpa kemiskinan. Di seki­tar kita mungkin ada orang yang korban gempa atau musibah lain memerlukan perhatian dan bantuan, itu ujian bagi kita. Yang penting bantuan yang diberikan tidak ditenggerlamkan oleh riya dalam bentu iklan dan publikasi yang terkesan berlebihan. Padahal, kalangan hukama' berkata: "Tanamlah amal kebajikannya di bumi ketidak terkenalan jika anda ingin panen di akhirat. Semua amal kebajikan yang ditanam di bumi keterkenalan hanya akan panen di dunia, tidak lagi di akhirat". ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya