Berita

dr. amir zuhdi/net

Kesehatan

Masyarakat Berhak Mendapat Informasi Tentang Kesehatan

JUMAT, 03 JUNI 2016 | 19:39 WIB | LAPORAN:

Masyarakat berhak mengetahui dan mendapatkan informasi terbaru mengenai kesehatan mereka, utamanya mengenai perkembangan dan fungsi otak serta dinamikanya.

Begituu dikatakan board of honor Neuronesia Community, Amir Zuhdi di Jakarta, Jumat (3/6).

"Perlu penyuluhan-penyuluhan kesehatan di setiap segmen lapisan masyarakat secara berkelanjutan," sambungnya.


Kata Amir, untuk mempelajari mengenai fungsi otak, sejumlah dokter membentuk komunitas bernama Neuronesia. Seminar tahunan pun diadakan sebagai ajang silaturahmi. Tahun ini seminar tersebut berlangsung di Rumah Sakit Siloam TB Simatupang, kemarin (2/6).

Mereka yang tergabung dalam komunitas ini, antara lain Dr. Taruna Ikrar, PhD (yang juga board of honor Neuronesia Community) dan Dr. Daeng Faqih, SH, MH (Ketua Primkop IDI).

Amir menjelaskan, sosialisasi kesehatan sangat penting karena terkait dengan era persaingan Masyarakat Ekonomi Asia (MEA). Dimana setiap negara didorong untuk mengembangkan teknologi kesehatannya demi mencapai terwujudnya masyarakat yang sehat dan kuat.

"Komunitas Neuronesia mendapat dukungan Primkop IDI (Ikatan Dokter Indonesia)," kata Bambang Iman Santoso, Ketua Panitia Penyelenggara, co-founder komunitas Neuronesia.

Komunitas Neuronesia sendiri banyak sekali membahas hal-hal yang berhubungan dengan semua aspek kehidupan antara lain, neuroeducation, neuroteaching, neuroparenting, neuromarketing, neuromanagement, neurocoaching, neuroleadership, neuropsychology, neurocommunication, neuropolitics, neurocultural, neuroeconomics, neuroengineering dan masih banyak lagi.

Komunitas Neuronesia dibentuk pada 29 Maret 2015, namun intensitas aktivitasnya cukup tinggi. Jaringannya pun sangat luas. Mereka yang menjadi member atau anggota komunitas ini berdomisili di dalam maupun di luar negeri. Jumlah anggota online mereka lebih dari 10.000 orang.

"Kami harapkan, komunitas Neuronesia ini dapat terus berkembang," demikian Bambang. [sam]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya