Berita

Politik

Mahkamah Pancasila

KAMIS, 02 JUNI 2016 | 09:27 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DALAM menyambut Hari Kelahiran Pancasila, rmol memberitakan bahwa  Pancasila sebagai produk pemikiran manusia sudah sangat bagus. Sebagai ideologi pun Pancasila nyaris paripurna dan diakui dunia. "Pancasila menjadi masalah bagi bangsa Indonesia karena ideologi yang bagus ini tidak pernah dijalankan oleh pemerintah, dan diabaikan oleh para penyelenggara negara," kata Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie Massardi, Rabu (1/6).

Pancasila juga menjadi masalah karena kedudukannya tidak jelas dalam kehidupan ketatanegaraan Indonesia. ia menyebut banyak undang-undang yang bertentangan dengan Pancasila dan dijalankan dengan santainya. "Tidak ada hukuman apapun bagi siapa saja yang melawan Pancasila. Karena Pancasila hanya dibicarakan pada hari kelahirannya saja, 1 Juni," sesal Adhie.

 Adhie Massardi mengatakan, dirinya bersama beberapa rekannya sedang berjuang agar Mahkamah Konstitusi diubah menjadi Mahkamah Pancasila dan menjadi referensi semua produk politik di negeri ini. "Jadi konstitusi dan undang-undang di bawahnya dirujuk ke Mahkamah Pancasila. Kalau bertentangan dengan Pancasila harus didrop atau dibatalkan," pungkasnya.


Untuk ke sekian kalinya, saya mengagumi semangat kebangsaan mas Adhie Massardi yang saya kenal sejak masa beliau berperan sebagai jubir Gus Dur. Bersama teman-teman sepaham di Paguyuban Punakawan, kebetulan saya juga merisaukan kenyataan bagaimana etika dan moral dianggap sebagai kendala pembangunan infra  struktur oleh pemerintah. Lihat saja bagaimana penggusuran dilakukan terhadap rakyat tanpa melalui jalur musyawarah mufakat namun langsung gusur dengan alasan demi pembangunan infra struktur.

Penggusuran dilakukan secara membabibutuli tanpa peduli apalagi menghormati UUD 1945 pasal 34 ayat 1, serta sila-sila kemanusiaan yang adil dan beradab mau pun kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Punakawan Prof. Dr. Mahfud MD sejak lama telah melanjutkan kerisauan Gus Dur terhadap pelanggaran etika dan moral yang dilakukan lembaga kepemerintahan negeri tercinta kita ini. Pak Mahfud sebagai mantan ketua Mahkamah Konstitusi menyayangkan bahwa belum ada mahkamah yang mengawal etika dan moral para penyelenggara negara.

Kerisauan pak Mahfud telah sempat diwujudkan sebagai saran kepada MPR,  ketika Paguyuban Punakawan menghadap para ketua MPR akhir tahun 2015. Namun tampaknya saran tentang  mahkamah etika itu menguap. Maka saya sangat berterima kasih atas gagasan mas Adhie tentang Mahkamah Pancasila. Gagasan adiluhur mas Adhie membangkitkan kembali semangat kami yang telah menguap bersama begitu banyak semangat  lain-lainnya.

Paguyuban Punakawan akan memohon Dewan Ketua MPR untuk segera berkenan memproses pembentukan Mahkamah Pancasila sebagai lembaga mahkamah etika negara Indonesia demi mengejawantahkan sukma Pancasila pada kenyataan sikap dan perilaku lembaga penatalaksa negara yang sampai kini masih lazim disebut sebagai pemerintah padahal tugas utama sebenarnya sama sekali bukan main perintah namun menyejahterakan rakyat demi mencapai cita-cita terluhur bangsa Indonesia yaitu  masyarakat adil dan makmur!  MERDEKA![***]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Manifesto PRD 1996: Ketika Sekelompok Anak Muda Membuat Penguasa Susah Tidur

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:27

Kanada Minta Warganya Waspadai Wabah Cyclospora sebelum Bepergian ke AS

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:16

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:10

Ganti Kapolri dan Jaksa Agung Diusulkan Barengan

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06

Kemnaker Jamin 134 Pegawai PT Amos Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:03

Purbaya Ungkap Alasan RI Tawarkan Pajak 0 Persen Selama 50 Tahun di PFII

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:47

KPK Sita Toyota Alphard Diduga Hadiah Proyek Bupati Lalu Ahmad Zaini

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:30

Risiko Perang Terbuka AS-Iran Meningkat Gegara Rebutan Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:23

KPK Bantah Kabar Penangkapan Gatot Heroe Hernanda

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:17

Fahira Ungkap Lima Tantangan Anak Indonesia dan Solusinya

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:12

Selengkapnya