Berita

foto :net

Olahraga

Kemenpora Anggarkan Rp 21 Miliar Untuk Perangi Narkoba

KAMIS, 02 JUNI 2016 | 08:49 WIB | LAPORAN:

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menunjukkan kepeduliannya dalam memerangi narkoba. Salah satunya dengan membentuk kader antinarkoba 3 Juni besok.

Sebanyak 500 kader pemuda antinarkoba akan dikukuhkan di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat. Kemudian mereka akan disebar ke 500 desa di Jawa Barat.

Tugasnya, melakukan pemetaan titik-titik rawan penggunaan/peredaran gelap narkoba, membentuk organisasi relawan antinarkoba, dan melaksanakan koordinasi dengan pemerintah daerah dan tokoh agama. Dalam membentuk Satgas Pemuda Anti Narkoba ini, kementrian yang membidangi pemuda dan keolahragaan ini menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN).


"Perekrutan kader antinarkoba ketat. Mereka harus lolos tes seperti tes urine, pelatihan, dan sebagainya. Jika ada yang tidak lolos tes, kami kembalikan ke daerahnya dan diganti dengan yang lain," ujar  Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda, Mulyadi Adnan di Jakarta, Rabu (1/6).

Lanjut Mulyadi, Jawa Barat ditunjuk menjadi pioner pembentukan kader anti narkoba. Selanjutnya, Menpora Imam Nahrawi direncanakan akan mengukuhkan 500 kader lagi di Jawa Tengah dan 500 kader di Jawa Timur. Ketiga wilayah ini dijadikan sebagai proyek percontohan. Untuk tahun berikutnya, akan dilanjutkan ke provinsi lain.

"Kami optimistis pada 2019, seluruh provinsi di Tanah Air telah memiliki Satgas Pemuda Antinarkoba," tegasnya.

Ditambahkan Staf Khusus Menpora Bidang Kepemudaan Zainul Munasichin, jika semua provinsi berhasil dikukuhkan, Indonesia akan memiliki 39 ribu Kader Pemuda Antinarkoba. Jika terealisasi, Indonesia berpeluang entaskan diri dari serbuan narkoba. Upaya ini tentu menyedot banyak anggaran.

Untuk merekrut 1.500 kader antinarkoba di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur saja, Kemenpora butuh Rp 21 miliar. Dana itu terserap paling banyak untuk pelatihan, yaitu masing-masing provinsi mencapai Rp 3,5 miliar.[wid]


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya