Berita

siti nurbaya/ney

Politik

Sidang Lingkungan Hidup PBB Adopsi Resolusi Usulan Indonesia

MINGGU, 29 MEI 2016 | 04:20 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sidang lingkungan hidup PBB kedua (UNEA-2) di Nairobi secara aklamasi menyepakati resolusi pengelolaan terumbu karang berkelanjutan yang diusulkan Indonesia. Selain Indonesia sebagai sponsor utama, resolusi ini juga ikut disponsori oleh Norwegia, Palau, Australia, Filipina, Monaco dan Maladewa.

Sidang berhasil mengesahkan 23 resolusi, satu diantaranya adalah resolusi usulan Indonesia tersebut.

"Melalui resolusi terumbu karang ini, kita mengharapkan perhatian serius masyarakat dunia terhadap konservasi keanekaragaman hayati di laut," kata  Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan, Siti Nurbaya, yang hadir sebagai Ketua Delegasi RI pada sidang UNEA-2.


Pada kesempatan lain, Menteri Siti Nurbaya menegaskan bahwa Indonesia adalah negara bahari terbesar yang terdiri lebih dari 17.000 dengan kekayaan keanekaragaman hayati sangat tinggi.

Secara umum, resolusi ini mendorong pemerintah dan organisasi-organisasi internasional serta pihak-pihak terkait agar segera mengambil langkah nyata bagi perlindungan terumbu karang. Inisiasi resolusi didasarkan pada besarnya ancaman kerusakan terumbu karang saat ini sebagai akibat pemanasan global dan ulah manusia.  

Disamping memberikan perlindungan bagi kawasan pesisir pantai dan merupakan sumber pangan serta ikut menyerap karbon, terumbu karang juga memberikan manfaat ekonomi yang besar.

"Sekitar 14 persen populasi terumbu karang dunia berada Indonesia, terdiri dari 569 spesies dan 92 jenis," lanjut Siti Nurbaya, sebagaimana disampaikan KBRI Nairobi. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya