Berita

Hukum

Rakdera KAI Jakarta Persiapkan Peradaban Baru Advokat Indonesia

SABTU, 28 MEI 2016 | 05:52 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Saat ini banyak organisasi profesi advokat. Maka itu, Kongres Advokat Indonesia (KAI) ingin melahirkan peradaban baru dengan melahirkan advokat yang memiliki kompetensi yang unggul di banding organisasi advokat yang lain.

Demikian disampaikan Presiden Kongres Advokat Indonesia (KAI), Tjoetjoe S. Hernanto, dalam acara pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) KAI DKI Jakarta sekaligus Rakerda DPD KAI DKI Jakarta di Hotel Grand Cempaka Jakarta (Jumat, 27/5).

"Kami akan membawa KAI kearah era yang lebih maju. Pelantikan dan Rakerda dalam rangka konsolidasi DPD DKI Jakarta  ini bertujuan untuk mempersiapkan masuk ke era peradaban baru advokat Indonesia tersebut," katanya.


Lebih lanjut ia menuturkan bahwa Pengurus DPD dan DPC KAI Se-DKI Jakarta harus siap untuk masuk era baru advokat indonesia. Untuk mempersiapkan era kompetensi tersebut maka  seluruh advokat KAI harus memiliki sertifikasi profesi agar menjadi advokat propesional.

"Kita siap membawa rekan-rekan KAI masuk di era baru yaitu era kompetensi,"tambahnya.

Untuk melahirkan advokat yang unggul KAI  sudah melakukan kerjasama dengan Badan Nasional Sertivikasi Profesi (BNSP) dan Lembaga Sertivikasi Profesi (LSP).

"Lembaga inilah yang akan mensertivikasi seluruh advokat di Indonesia. Ini langkah yang sudah kami lakukan," tambahnya.

Ia Mengungkapkan bahwa advokat yang tergabung ke dalam KAI pasti bersertikat  yang memiliki standar yang ditentukan oleh negara .

"Sertifikat berbeda dengan yang lain. Sertivikat kita  berlogo burung garuda. Yang lain belum  tentu memilikinya. Karena sertivikat profesi kita terbit berdasarkan tes yang dilakukan oleh negara," demikian Tjoetjoe. [ysa]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya