Berita

net

Bisnis

Tradisi Belanda, Ahok Akan Hapus PBB

RABU, 25 MEI 2016 | 21:48 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berencana menghapus Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di ibu kota. Dia menilai penarikan PBB merupakan tradisi peninggalan kolonial Belanda saat menjajah Indonesia.

"Saya lagi berpikir kenapa sih kita ikuti Belanda, ikuti penjajah. Dulu Belanda, rumah tinggal itu dikenakan pajak, harusnya rumah tinggal rakyat enggak ada satupun bayar pajak, PBB sebetulnya," ujar Ahok di Balai Kota, Rabu (25/5).

Meski begitu, dia menuturkan penghapusan ini akan dilakukan bertahap. Orang nomor satu di Jakarta itu menyebut penghapusan sudah diterapkan tahun lalu dimana bangunan atau rumah dengan nilai jual objek pajak (NJOP) di bawah Rp 1 miliar tidak akan ditarik pajak.


"Hari ini kita baru gratiskan PBB yang dibawah Rp 1 miliar, karena penghasilan kita enggak cukup bangun infrastruktur begitu banyak," jelas Ahok.

Jika ada bangunan dengan NJOP di atas Rp 1 miliar akan tetap dikenakan pajak. Sebab, katanya, anggaran guna membangun infrastruktur di Jakarta tidak cukup jika tidak diimbangi dengan penarikan pajak.

Namun, Ahok mamastikan bangunan di Jakarta bisa gratis dari pajak jika ada dana dari kewajiban tambahan perusahaan yang ingin mengajukan izin pembangunan atau kenaikan Koefisiensi Luas Bangunan (KLB). Dia mencontohkan, seperti kewajiban tambahan yang dibebankan kepada pengembang reklamasi Teluk Jakarta.

"Kalau ada kewajiban tambahan reklamasi saya hitung, dia (pengembang reklamasi) jadi jual tanahnya saja kita dapat Rp 28 triliun. kalau nilai jualnya 10 tahun, per tahunnya 10 persen saya sudah bikin simulasi, kita bisa dapat Rp 178 triliun dari kontribusi tambahan ini," pungkas Ahok. [wah] 

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya