Berita

Edy Rahmayadi/net

Olahraga

Kelompok 85 Ancam Gelar KLB PSSI

SELASA, 24 MEI 2016 | 23:00 WIB | LAPORAN:

Presiden Direktur PS TNI Letjen Edy Rahmayadi resmi didapuk menjadi pimpinan Kelompok 85. Kelompok ini merupakan kumpulan mayoritas pemilik suara Kongres PSSI. Peresmian Jenderal Edy dilakukan para pemilik suara di Rasuna Epicentrum, Jakarta, Selasa (24/5) petang.

"Selama ini para pemilik suara ini bergerak tidak memiliki ketua. Oleh karena itu saya diminta teman-teman ini untuk memimpin dengan target penyelenggaraan KLB PSSI," kata Edy dalam keterangannya.

Edy menambahkan, sejauh ini kelompok 85 menunggu sikap PSSI terkait permintaan KLB yang telah diajukan sejak awal Mei lalu. Saat ini sudah dua kali mengirimkan surat permintaan. Tapi belum ada tanggapan. Jika tidak segera ada respons, Kelompok 85 akan bergerak sendiri menyelenggarakan KLB PSSI untuk memilih pemimpin alias ketua umum.


"Kalau sampai 18 Juni 2016 tidak ada tanggapan dari PSSI akan berkirim surat kepada FIFA dalam upaya menggelar KLB. PSSI hanya akan ditembusi saja sebagai pihak yang diundang," tutur Edy yang juga Pangkostrad.

Terkait kenapa tanggal 18 Juni, Edy mengatakan itu merupakan hitungan yang sudah sesuai dengan tata cara voters meminta KLB.

"Hal itu sudah sesuai Statuta PSSI," ucapnya.

Ditanya bila nantinya juga dicalonkan sebagai ketua umum, Edy mengaku siap.

"Untuk sekarang belum, saya baru sebatas ketua Kelompok 85. Tapi nanti kalau sudah dipinang, ya Alhamdulillah. Saya akan meminta izin dari Panglima TNI," jelas Edy.

Mengenai adanya dugaan tekanan terhadap voters dia bilang tidak ada.Hal inipun diamini oleh manajer Persib Umuh Muchtar.

"Tidak ada tekanan ini keinginan mereka sendiri," tegasnya. [wah]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya