Berita

Ada Kuburan "Ahok Bin Dajal" di Pasar Ikan

SENIN, 23 MEI 2016 | 09:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sebuah tumpukan batu disusun menyerupai makam. Di salah satu sisinya ditegakkan batu yang dicat merah sebagai nisan. Tertulis di nisan itu "Ahok bin Dajal".

"Ini makam Ahok bin Dajal, gubernur Jakarta yang tak punya nurani dan memperlakukan kami seperti sampah," ujar Topas, Ketua RT 01 Pasar Ikan, Jakarta Utara, Minggu sore (23/5).

Kini Topas dan warga Pasar Ikan yang juga dikenal sebagai wilayah Akuarium itu harus tidur di tenda-tenda yang dibagikan berbagai pihak yang peduli dengan nasib mereka.


"Kuburannya memang kami bikin kecil, kalau besar keenakan dia. Biar masuknya ditekuk," ujar Topas lagi.

Yang disebut sebagai makam Ahok bin Dajal itu letaknya antara tenda besar yang dijadikan warga sebagai tempat nonton televisi dan Mushala Al Jihad. Kalau dari arah luar, dari pintu masuk yang diberi portal, kuburan ini tidak begitu terlihat karena tertutup tumpukan puing-puing.

Redaksi mengetahui keberadaan kuburan ini saat mengikuti kunjungan bakal calon gubernur DKI Jakarta, Teguh Santosa, ke Pasar Ikan.

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan dan berdialog dengan warga untuk mencari jalan keluar terbaik dari situasi yang mereka hadapi. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya