Berita

tom hanks/net

Ini Yang Mengubah Pandangan Tom Hanks Tentang Negeri Muslim

SENIN, 23 MEI 2016 | 08:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Holywood kawakan Tom Hank baru-baru ini membuat sebuah pengakuan. Menurut pria kelahiran Juli 1956 itu pandangannya tentang negeri-negeri Muslim berubah setelah dia berkunjung ke Maroko sekitar sepuluh tahun lalu.

Ketika itu, Tom Hanks tengah membuat salah satu filmnya yang terkenal Charlie Wilson's War di Maroko. Film itu berkisah tentang seorang senator Amerika Serikat, Charlie Wilson, yang pertama kali mengajukan rencana agar AS merekrut kelompok Taliban yang melarikan diri dari Afghanistan ke Pakistan saat negeri mereka diduduki Uni Soviet pada 1979.

Bagi Tom Hanks, itu adalah kali pertama dia ke sebuah negeri Muslim. Sejak saat itu pandangan-pandangan negatif yang dimilikinya tentang Islam dan negeri-negeri Muslim langsung rontok.


Pengakuan ini disampaikan Tom Hanks ketika mempromosikan film terbarunya A Hologram for the King yang berkisah tentang perjalanan seorang pengusaha Amerika ke Timur Tengah untuk meyakinkan seorang raja agar menyetujui proposal bisnis yang ditawarkannya.

Dalam promosi itu, Tom Hanks mengatakan dirinya akan mengajak semua pihak untuk menjauh dari anggapan-anggapan keliru mengenai Islam dan Muslim.

Sejak berkunjung ke Maroko itu, kata Tom Hanks, dia memahami betapa Islam dan masyarakat Muslim sangat toleran. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya