Berita

teguh santosa/rmol

PILKADA JAKARTA

Mindset Harus Diubah, Pariwisata Harus Jadi Lokomotif Pembangunan

MINGGU, 22 MEI 2016 | 13:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Menjadikan Jakarta sebagai pusat wisata regional dan global merupakan salah satu misi yang akan dikerjakan Teguh Santosa apabila dipercaya memimpin Jakarta. Wartawan senior itu mengingatkan bahwa Jakarta sesungguhnya sedang bersaing dengan ibukota negara-negara lain di kawasan Asia dan dunia.

Diperlukan perubahan mindset dalam melihat sektor pariwisata, dimana sektor ini pantas dijadikan penghulu kebijakan dan lokomotif pembangunan.

Begitu disampaikan Teguh dalam sesi wawancara fit and proper test di DPD Partai Demokrat, Sabtu siang (21/5).


Di hadapan panelis yang dipimpin Majen (Purn) Ahmad Yani, Teguh mengatakan bahwa sektor pariwisata adalah instrumen yang pas untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Jakarta. Sektor-sektor lain pendukung industri hospitality ini juga harus digerakkan, sehingga multiplier effect terjadi. Tenaga kerja yang terserap akibat perubahan mindset ini diyakini akan sangat tinggi dan signifikan.

"Komitmen menjadikan pariwisata sebagai lokomotif pembangunan juga harus dilakukan dengan upaya massif mengkonservasi situs dan ritus juga narasi budaya yang amat banyak di Jakarta," kata Teguh yang juga mengajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan LSPR Jakarta.

"Kasarnya, setiap pengkolan punya cerita tentang Jakarta. Narasi berbagai budaya masyarakat yang ada di Jakarta harus dikonservasi dan diperlihatkan kepada publik dengan berbagai cara," ujar alumni University of Hawaii at Manoa (UHM), Amerika Serikat ini.

Teguh mengatakan, dirinya memasang target dalam 5 tahun jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Jakarta harus melampaui Singapura. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya