Berita

Menteri Saleh Kok Malah Jadi Sales Pabrikan Otomotif

RABU, 18 MEI 2016 | 08:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ketua Bidang Perindustrian dan Perdagangan DPP Partai Perindo, Hendrik Kawilarang Luntungan, menilai Pemerintahan Joko Widodo tidak serius dalam membangun industri otomotif dalam negeri.

"Kenapa pemerintah tidak menekan para investor asing itu untuk membangun pabrik komponen inti otomotif. Kita tidak akan bisa berkembang maju jika hanya mengerjakan industri perakitan saja," tegas Hendrik pagi ini.

Dia menyatakan itu menanggapi pernyataan Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Soetrisno Bachir (SB) dan Menteri Perindustrian, Saleh Husin. Pernyataan SB yaitu saat mengunjungi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Jalan Yos Sudarso, Sunter 1, Jakarta Utara.


"Kami berharap dalam kunjungan ini akan ada masukan-masukan yang dapat membantu meningkatkan industri kita. Sebagai komite yang ditunjuk langsung presiden untuk peningkatan ekonomi dan industri nasional, kita akan telaah setelah ada masukan, lalu kita akan berikan rekomendasi kepada presiden dengan menteri yang terkait masalah ekonomi industri," ujarnya.

Sementara Saleh Husin meminta pabrikan otomotif mengedukasi pengunjung pameran dan konsumen untuk memberitahu mobil tipe tertentu telah diproduksi di Indonesia. Karena pameran dapat membantu pabrikan mendapat kepercayaan konsumen untuk mendongkrak tingkat penggunaan komponen lokal dan investasi otomotif dalam memperkuat struktur industri ini.

Saleh menyatakan itu dalam sebuah acara yang diselengarakan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). GAIKINDO bekerjasama dengan pemerintah akan menyelengarakan pameran otomotif pada bulan Agustus nanti.

Hendrik juga mempertanyakan relasi pameran dengan membangun industri otomotif, karena dalam pandangannya meski ada relasi namun sejauh apa signifikansi terhadap bangunan industri otomotif.

"Menteri kok jadi kaya salesman, ikut-ikutan mempromosikan barang otomotif. Jika memang ingin serius membangun industri otomotif Pak Menteri fokus pada industri hilirisasi otomotif. Disitu pemerintah berupaya menekan harga bahan baku dari komponen dasar otomotif," ucapnya.

Lebih lanjut Hendrik mempertanyakan kunjungan SB ke PT Toyota, dia justru melihat itu sebatas lobi-lobi yang belum tentu ada perjanjian mengikat terkait keseriusan Toyota mendorong industri otonotif nasional.

"Saya tidak melihat ada komitmen yang kongkret antara pemerintah dan pemodal asing soal membangun industri otomotif nasional. Kalau hanya pertemuan atau imbauan saja lebih baik kubur saja mimpi membangun industri otomotif nasional," tandas Hendrik Luntungan, yang juga seorang pengusaha ini. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya