Berita

Olahraga

Menpora: Kematian Suporter Persija Jadikan Pelajaran Penting

SENIN, 16 MEI 2016 | 12:35 WIB | LAPORAN:

Menteri Pemuda Olahraga, Imam Nahrawi menyampaikan turut berbelasungkawa atas meninggalnya salah seorang supporter Persija, Muhammad Fahreza di di RS Marinir Cilandak, Minggu (15/5).

Menpora mengajak kepada semua pihak untuk memberikan kepercayaan kepada kepolisian untuk mengusut tuntas penyebab meninggalnya pemuda berusia 16 tahun itu.
 
"Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan. Mari berikan kepercayaan kepada Polri untuk mengusut tuntas penyebab meninggalnya Fahreza sesuai dengan prosedur yang berlaku," kata Menpora, Senin, (16/5).
 

 
Seperti diberitakan berbagai media, kematian Fahreza diduga akibat dianiaya oknum petugas keamanan menyusul kerusuhan supertor jelang laga Persija melawan Persela di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan Jakarta pada Jumat (13/5).

Fahreza saat itu hendak masuk stadion bersama kakaknya Suyatna alias Yatna. Namun, keduanya kehabisan tiket dan berada di sekitar kerusuhan antara suporter Persija dengan petugas kepolisian yang mengamankan pertandingan sepakbola itu.
 
Fahreza dikabarkan mengalami luka serius di bagian kepala akibat pukulan benda keras dalam insiden kerusahan itu. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Andika dirujuk ke RS Zahira dan menjalani perawatan intensif selama dua hari di Rumah Sakit Marinir Cilandak Jakarta Selatan, namun akhirnya meninggal dunia pada Minggu (15/5) pagi.

Jenazah sudah dimakamkan di pemakaman Warung Sila Brigif, Ciganjur, Minggu (15/5) siang.

Menpora mengatakan, meninggalnya Fahreza harus menjadi pelajaran penting bagi siapapun untuk bisa menahan diri agar tidak bertindak yang bisa memicu hilangnya nyawa.[wid]
 

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya