Berita

Jangan Bicara '65 Kalau Tragedi Trisakti Saja Tak Bisa Diungkap

KAMIS, 12 MEI 2016 | 21:33 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Presiden Joko Widodo didesak menuntaskan tragedi Trisakti yang hari ini genap 18 tahun berlalu. Sebab sampai saat ini belum juga terungkap siapa dalang pembunuhan empat mahasiswa Trisakti yang saat itu memperjuangkan Reformasi.

"Pak Jokowi punya utang untuk menuntaskan kasus Trisakti '98 ini. Bukan kah isu ini yang sering diangkat beliau ketika kampanye dulu, maka beliau punya tanggung jawab menyelesaikan dan membuktikan kalau ini tidak hanya jadi pepesan kosong untuk kepentingan kontestasi politik Pilpres saja," ungkap Ketua Umum DPP Pemuda Perindo, Effendi Syahputra, (Kamis, 12/5).

Dia mengingatkan Pemerintah tidak boleh mendiamkan atau mempetieskan tragedi yang berujung gugurnya Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie tersebut. Masyarakat juga jangan sampai melupakan sejarah kelam tersebut.


"Tidak usah bicara pengungkapan HAM zaman PKI, kalau yang di depan mata saja kejadian Trisakti tidak tuntas-tuntas. Negara ini berutang kepada mahasiswa yang dikorbankan untuk sebuah demokrasi yang sehat untuk sebuah negara. Utang itu harus dituntaskan," papar Effendi yang juga aktivis mahasiswa angkatan '98 tersebut.

"Teman-teman aktivis '98 yang sekarang sudah di Parlemen juga harus serius berteriak soal ini. Jangan ketika kampanye isu ini menjadi penentu kemenangannya, ketika duduk malah menjadi pihak yang mengaburkan sejarah ini," tegasnya.

Pemuda Perindo mengapresiasi para keluarga korban yang tanpa lelah terus mencari keadilan. "Kami berduka dan kami sangat menghormati para korban yang telah kami anggap sebagai pahlawan reformasi," tutup Effendi. [zul]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya