Berita

foto :net

Olahraga

Sudah Lebih Dari 90 Voters Desak KLB, FIFA Bisa Jadi Bentuk KN

RABU, 11 MEI 2016 | 09:51 WIB | LAPORAN:

Pelaksana Sekretaris Jenderal FIFA, Markus Kattner dalam suratnya beberapa waktu lalu, setelah FIFA bertemu delegasi Indonesia secara jelas dituliskan mengenai peluang terjadinya Kongres Luar Biasa Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) jika 2/3 pemilik suara atau voters Kongres PSSI mendesaknya.

Saat itu delegasi Indonesia yang diterima FIFA di kantor pusat mereka di Zurich, Swiss, yakni Ketua Komite Ad-Hoc Reformasi PSSI Agum Gumelar dan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Tohir dan Sekjen PSSI Azwan Karim.

Karena kini sudah lebih dari 90 voters yang meminta diadakannya KLB, sangat mungkin tidak akan memberikan toleransi atas situasi yang bisa dikategorikan tidak kondusif ini.


Untuk itu, bisa jadi FIFA akan membentuk Komite Normalisasi (KN) sebagai pelaksana dari KLB yang dikehendaki mayoritas pemilik suara sah dari Kongres PSSI tersebut.

"Wajar kalau FIFA kembali membentuk KN karena desakan untuk digelarnya KLB sendiri sudah tak bisa lagi dibendung," ujar seorang pelaku sepakbola yang tak ingin disebutkan identitasnya.

Sebelumnya, sebanyak 19 orang yang mengklaim sebagai perwakilan Kelompok 85 menemui Sekjen PSSI, Azwan Karim.

Kelompok yang mendesak digelarnya KLB tersebut terdiri dari dari 28 Asprov (Asosiasi Provinsi), 13 klub Liga Super Indonesia, 14 klub Divisi Utama, 13 klub Divisi Satu. Selain itu, terdapat juga 17 klub dari Liga Nusantara dan dua suara milik Asosiasi Pelatih serta Pemain.

Di sisi lain, PSSI sendiri sudah menegaskan tidak akan menggelar KLB karena proses kepemimpinan dari kepengurusan 2015-2019 tetap berjalan di bawah kendali Hinca Pandjaitan setelah memperoleh mandat dari Ketua Umum 2015-2019 La Nyalla Mattaliti.

PSSI juga sudah mengirim undangan Kongres Tahunan yang akan dilangsungkan awal Juli di Balikpapan, Kaltim.

Menurut Berty Tutuarima, yang menyebut PSSI harus secepatnya bergerak cepat melaporkan kondisi terakhir di Indonesia. "FIFA harus tahu kalau mayoritas voters anggota PSSI meminta KLB," ujarnya.

Menurut dia, sesuai aturan PSSI harus melaporkan hal ini ke FIFA. Karena bila tidak justru PSSI yang akan disalahkan nantinya.

"Saya justru lebih setuju FIFA bentuk Komite Normalisasi LAgi untuk menggelar KLB. Karena PSSI sudah tidak dipercaya LAgi oleh anggotanya," sebut Berti.

Hal ini pernah terjadi sebelumnya ketika saat itu Agum Gumelar sebagai ketuanya." Saat inipun kondisinya tidak beda jauh," pungkasnya.[wid]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

UPDATE

Nina Agustina Tinggalkan PDIP, lalu Gabung PSI

Kamis, 05 Maret 2026 | 16:10

KPK Panggil Pimpinan DPRD Madiun Ali Masngudi

Kamis, 05 Maret 2026 | 16:08

Bareskrim Serahkan Rp58 Miliar ke Negara Hasil Eksekusi Aset Judol

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:53

KPK Panggil Lima Orang terkait Korupsi Pemkab Lamteng, Siapa Saja?

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:26

Dua Pengacara S&P Law Office Dipanggil KPK

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:20

Legislator PKS: Bangsa yang Kuat Mampu Produksi Kebutuhan Pokok Sendiri

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:16

Perketat Pengawasan Transportasi Mudik

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:09

Evakuasi WNI dari Iran Harus Lewati Jalur Aman dari Serangan

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:02

BPKH Gelar Anugerah Jurnalistik 2026, Total Hadiah Rp120 Juta

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:01

TNI Tangani Terorisme Jadi Ancaman Kebebasan Sipil

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:00

Selengkapnya