Berita

Ongen Bebas, Yusril Ajak Rakyat Gunakan Jalur Hukum Lawan Kezaliman

SELASA, 10 MEI 2016 | 17:42 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pengacara kondang Yusril Ihza Mahendra mengajak masyarakat untuk percaya kepada hukum.

"Saya imbau rakyat agar tetap percaya pada hukum. Kalau kita berjuang dengan benar, hukum bisa mengalahkan kekuasaan sewenang," ujar Yusril lewat akun Twitter-nya, ‏@Yusrilihza_Mhd (Selasa, 10/5).

Yusril mengungkapkan itu dalam kultwitt terkait bebasnya Yulianus Paonganan alias Ongen dari dakwaan jaksa penuntut umum.


"Saya selalu bela rakyat tertindas spt Ongen ini. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu, sekalipun harus melawan penguasa," ungkap pengacara pakar maritim tersebut.

Misalnya kasus penyebaran konten pornografi di media sosial seperti dituduhkan kepada Ongen, yang selama ini kerap kritis terhadap Presiden Jokowi.

Yusril menjelaskan kasus Ongen ini disidik oleh Bareskrim Mabes Polri dan berkasnya dilimpahkan ke Kejagung. Namun akhirnya bisa kalah di pengadilan.

"Karena itu saya mengajak rakyat, gunakan hukum untuk melawan kezaliman. Jangan takut dengan kesewenan2an," serunya.

Di awal kultwittnya, Yusril menjelaskan bahwa Ongen dibebaskan karena dakwaan jaksa kabur alias tidak jelas. Locus dilekti juga tidak tahu di mana.

"Apa yang didakwakan ke Ongen kabur apa menghina Jokowi, apa mengupload foto porno atau apa," imbuhnya.

Karena itu jaksa menerima eksepsi pihak Yusril selaku penasehat hukum Ongen. "Hakim memerintahkan agar hari ini Ongen dikeluarkan dari tahanan," demikian Yusril.[zul]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya