Berita

foto :net

Olahraga

PON XIX JABAR

DKI Pede Target 10 Medali Emas

RABU, 04 MEI 2016 | 09:42 WIB | LAPORAN:

KONI DKI Jakarta optimis cabang olahraga (cabor) atletik DKI Jakarta bisa bicara banyak di Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat, September mendatang.

Kepala kontingen DKI Laksamada Djamhuron P Wibowo menyatakan, cabor atletik merupakan salah satu yang menjadi unggulan DKI untuk mendulang medali emas.
 
Alasannya sederhana, karena saat ini, DKI sedang berada pada puncak pembinaan terbaik sepanjang sejarah atletik. Nah, pada PON XIX/2016 di Jawa Barat nanti, DKI paling banyak mengirim atletnya ketimbang daerah lain, yakni mencapai 42 atlet.


Nah, bicara mengenai target, Djamhuron menegaskan kalau atletik setidaknya meraih 10 medali emas. "Pada PON Riau kami cuma target enam emas. Ini jadi peningkatan," katanya di lapangan atletik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta Timur, kemarin (3/5).

Djamhuron menyebut target tinggi itu tidak membebani atlet. Sebab, DKI Jakarta kini sebagai barometer pembinaan prestasi olahraga Tanah Air.

"Jadi harus selalu terdepan dari provinsi lain. Dan ini juga tantangan buat mereka buat unjuk Gigi," tegasnya.

Sementara itu, atlet yang turun di nomor lompat tinggi Nadia Anggraeni optimistis bisa memberikan medali emas buat DKI. Semangat perempuan berkerudung itu sekarang juga sangat tinggi.
Sebab, ketika mengikuti kejuaraan di Singapura Open akhir bulan lalu, mahasiswi UNJ itu berhasil tampil memukau. Yakni bisa memecahkan rekor 27 tahun yang belum terpecahkan.

"Dulu itu rekornya 177, kemarin saya pecahkan jadi 179," ungkapnya bangga.

Nah, mengenai kekuatan lawan di PON nanti, Nadia menyebut kalau atlet tuan rumah Jabar menjadi yang paling diwaspadai. Karena di nomor lompat tinggi, Jabar diketahui memiliki atlet yang berkualitas. "Di PON Riau lalu juga mereka yang juara. Tapi saya optimistis bisa mendapat emas," tegasnya lantas tersenyum.[wid]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya