Berita

Alasan Ahok Ogah Beri Uang Kerohiman

MINGGU, 01 MEI 2016 | 18:45 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) punya alasan tersendiri di masa kepemimpinannya tidak ada uang kerohiman bagi warga yang terkena penertiban lahan. Dia menceritakan, ketika masih menjabat sebagai wakil gubernur acapkali menemui warga yang akan digusur tetapi malah memanfaatkan hal tersebut untuk mencari untung.

Menurut Ahok, Pemprov DKI pernah memberikan uang kerohiman kepada warga yang terkena penertiban sebesar Rp 800 ribu. Namun apa yang terjadi mereka justru melakukan aksi demo di depan Gedung Balai Kota. Bahkan, tak lama kemudian kembali membangun pemukiman liar di tempat semula dan meminta lagi uang kerohiman ke Pemprov DKI ketika ditertibkan.

"Pas kita mau bersihkan lagi eh langsung minta kerohiman lagi," ujar Ahok di kediamannya, Perumahan Pantai Mutiara, Jakarta Utara, Minggu (1/5).


Lantaran hal tersebut, dia mengaku kapok memberi uang kerohiman kepada warga yang tempat tinggalnya digusur. Sebagai gantinya, dia memberikan warga rumah susun untuk dihuni.

"Makanya saya bilang tidak ada kerohiman lagi, yang ada adalah rusun buat anda, anak Anda dikasih KJP, naik bus gratis. Ini lebih mahal dari kerohiman loh, dan yang dapat rusun pasti orang situ asli," jelas Ahok.

Peristiwa serupa pun terjadi ketika Pemprov menertibkan warga di pemukiman liar Muara Angke. Dulu, pernah ada seorang ibu yang datang sambil menangis kepada Ahok dengan memohon untuk tidak digusur. Ahok pun menelusuri latar belakang ibu tersebut yang ternyata bukan orang miskin melainkan pemilik lapak yang menyewakan tanah negara ke orang lain.

"Saya cek dia udah diusir dua kali dari Budha Tzu Chi, punya kontrakan Rp 25 juta setahun. Kurang ajar enggak? Saya sudah hapal permainan sandiwara di Jakarta, yang penting kita perlakukan mereka manusiawi, kita memanusiakan manusia," tutup Ahok. [wah] 

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Dubes Iran Halalbihalal ke Kediaman Megawati

Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:03

Idulfitri 1447 H, Cak Imin: Saatnya Saling Memaafkan dan Merawat Persaudaraan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:00

Prabowo Sebut Pemulihan Aceh Tamiang Nyaris Rampung

Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:55

Megawati Rayakan Idulfitri Bersama Keluarga dan Sahabat Terdekat

Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:40

Pesan Gibran di Idulfitri: Jaga Persatuan dan Kebersamaan

Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:32

IEA Ajak Warga Dunia Kerja dari Rumah demi Redam Harga Energi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:49

Iran Klaim Kemenangan, Mojtaba Sebut Musuh Mulai Goyah

Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:20

Prabowo Halalbihalal dan Bagi Sembako ke Warga Aceh Tamiang

Sabtu, 21 Maret 2026 | 09:58

Harga Minyak Turun Tipis ke Kisaran 109 Dolar AS

Sabtu, 21 Maret 2026 | 09:47

Pesan Idulfitri: Lima Pelajaran Ramadan untuk Kehidupan yang Lebih Bertakwa

Sabtu, 21 Maret 2026 | 09:39

Selengkapnya