Berita

net

Olahraga

Pemerintah Kembali Isyaratkan Cabut Pembekuan PSSI

KAMIS, 28 APRIL 2016 | 02:10 WIB | LAPORAN:

Pemerintah kembali mengisyaratkan akan mencabut sanksi terhadap Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Pembekuan PSSI dilakukan sejak 17 April 2015. Beberapa hari setelah itu, FIFA selaku federasi sepak bola internasional pun menjatuhkan sanksi ke Indonesia berupa larangan ikut event internasional. Sanksi FIFA baru akan dicabut jika pemerintah Indonesia sudah mencabut sanksi pembekuan untuk PSSI.

Dalam rentang waktu setahun lebih itu, pemerintah beberapa kali mewacanakan akan mencabut sanksi itu. Salah satunya saat Presiden Jokowi bersama Menpora Iman Nahrawi menggelar pertemuan dengan Ketua Tim Ad Hoc PSSI Agum Gumelar di Istana, Februari lalu. Selesai pertemuan, Agum yakin betul Presiden telah mengintruksikan Menpora mencabut sanksi ke PSSI. Namun, sanksi itu tidak pernah dicabut.


Isyarat baru untuk pencabutan sanksi itu muncul setelah delegasi Indonesia bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino di Zurich, Selasa kemarin, plus keputusan Mahkamah Agung yang memenangkan gugatan PSSI.

"Saat ini, sudah ke arah opsi pertama (pencabutan pembekuan). Namun, hingga kini kami juga belum mendapatkan arahan secara detail dari presiden terkait keputusan itu," jelas jubir Kementerin Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) Gatot S. Dewa Broto di kantornya, Jakarta, (Rabu, 27/4).

Delegasi Indonesia yang bertemu Presiden FIFA diwakili Ketua Komite Olimpiade Indonesia Erick Thohir dan Ketua Tim Ad Hoc PSSI Agum Gumelar. Informasi yang didapat Gatot, pertemuan itu membuahkan hasil yang menggembirakan.

"Saya sudah menanyakan langsung ke Teten (Kepala Kantor Staf Presiden). Pertemuan itu sudah membuahkan hasil positif. Tapi sementara ini kami belum bisa memberikan penjelasan dengan detail," terang Gatot.

Menurut Gatot, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sudah berpesan agar persoalan PSSI segera diselesaikan.

"Kami tidak ingin mendahului. Tapi yang jelas bahasa Pak Presiden yang masih kami kutip, persoalan ini akan selesai sebelum kongres FIFA. Semoga itu bisa diselesaikan," jelasnya.

Pihak FIFA sendiri juga memberikan angin segera. Pihak FIFA menyatakan, pertemuan antara Gianni Infantino dengan Erick Thohir dan Agum Gumelar berjalan sangat baik. Karena itu, FIFA mempertimbangkan segera mencabut sanksi untuk Indonesia.

"Tujuan pertemuan di markas FIFA adalah untuk membahas berbagai macam isu yang berhubungan dengan PSSI. Kami telah melakukan diskusi mendalam. Semua pihak memiliki keingingan agar suspensi diakhiri segera," demikian bunyi pernyataan resmi FIFA.

FIFA tidak mau Indonesia terus-terusan kena sanksi pembekuan.

"FIFA siap membantu PSSI dalam proses ini sehingga Indonesia bisa kembali ke pergaulan sepak bola internasional," sambung pernyataan itu.

Agum Gumelar memberi bocoran isi pertemuan dengan FIFA itu. Rupanya, FIFA mengirim surat kepada pemerintah untuk segera mencabut pembekuan PSSI sebagai syarat pencabutan sanksi untuk Indonesia.

"Alhamdulillah pertemuan cukup kondusif dan melahirkan beberapa poin penting. FIFA mengingatkan pemerintah melalui surat yang dikirimkan kepada Mensesneg pada hari yang sama. Suspension FIFA akan dicabut hanya apabila pemerintah mencabut pembekuan terhadap PSSI," ucap Agum seperti dikutip laman PSSI.

Dalam suratnya, FIFA juga membahas mengenai KLB yang disebut tersebut merupakan ranahnya PSSI. Karena itu, pemerintah tidak bisa mendorong-dorong pelaksanannya.

"KLB seperti yang saya sudah berulangkali bicara hanya dapat dilakukan sesuai Statuta PSSI yang sudah sesuai dengan standar statuta FIFA," tegas Agum. [wah] 

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya