Berita

Pertahanan

Mengenal Lebih Jauh Kehebatan Drone Wulung Buatan Anak Bangsa

SELASA, 26 APRIL 2016 | 16:47 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) atau drone karya anak bangsa yang dinamakan Wulung, memiliki empat keunggulan utama yang dibutuhkan terutama oleh pihak militer Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan negara.

Yang pertama adalah keunggulan Intelejen (Intelligence), Pengawasan (Surveillance), Pengintaian (Reconnaisance) atau dikenal dengan ISR.

Kedua, mampu terbang hingga radius 100 kilometer (km) dari pusat pengendali.


Ketiga, mampu terbang selama 2-3 jam non stop tergantung pada misi operasi, dengan ketinggian jelajah maksimal 5.500 kaki.

Terakhir, Wulung dilengkapi dengan kamera yang mempunyai kemampuan mengambil data video dan foto secara real time dengan kualitas High Definition (HD) dan dilengkapi dengan teknologi infrared.

Tepat hari ini, Wulung berhasil mendapatkan sertifikat tipe (Type Certificate) dari Indonesian Military Airworthiness Authority (IMAA).

Wulung sendiri adalah hasil produksi yang dikembangkan bersama oleh PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pertahanan RI.

Dengan dikeluarkannya Type Certificate ini, maka proses rancang bangun dan spesifikasi teknis serta batasan operasi pesawat yang tercantum dalam data sheet sertifikat tipe telah memenuhi ketentuan/aturan kelaikan udara berdasar Petunjuk Pelaksanaan Dirjen Ranahan No. Juklak/20/VIII/2010 tanggal 31 Agustus 2010.berhasil mendapatkan sertifikat tipe (Type Certificate) dari Indonesian Military Airworthiness Authority (IMAA).

Dalam keterangan Humas PTDI disebutkan bahwa PTTA Wulung diproduksi dengan menggunakan proses pembuatan dan komponen yang sesuai dengan standar industri penerbangan dan sesuai dengan kualifikasi yang berlaku untuk produk pesawat terbang.

Pengembangan awal PTTA Wulung dimulai oleh BPPT bersama Balitbang Kemhan sebagai lembaga riset yang melakukan penelitian dan pengembangan PTTA Wulung dari desain awal, purwarupa sampai uji terbang. PTTA hasil pengembangan BPPT tersebut selanjutnya diserahkan ke PTDI sebagai industri yang memiliki Sertifikat Organisasi Rancang Bangun (Design Organization Approval) untuk diproduksi sesuai dengan prosedur standar industri penerbangan.

PTDI bersama Balitbang Kemhan RI melakukan beberapa perubahan desain PTTA yang telah dikembangkan BPPT. Perubahan yang dilakukan meliputi konsep struktur, material yang digunakan, sistem avionik dan mission payload system. Selain itu PTTA Wulung juga menambahkan fitur transponder untuk memenuhi regulasi keselamatan penerbangan.

Transponder adalah alat yang dipasang di pesawat yang berguna untuk memberikan
data (posisi, ketinggian) kepada Radar sebagai alat bantu ATC dalam memberikan pelayanan lalu lintas udara.

Kode Registrasi PTTA Wulung adalah NW01. PTDI melakukan persiapan proses produksi PTTA Wulung sejak 2014. PTTA Wulung menjalani berbagai uji baik ground test maupun flight test untuk mendapatkan sertifikat tipe.

Uji terbang pertama dilakukan pada tanggal 9 Mei 2015 di Bandara Nusawiru, Pangandaran, Jawa Barat. PTTA Wulung telah melakukan 13 kali uji terbang sertifikasi. Uji terbang ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan terbang, kemampuan mission payload yaitu kamera FLIR (Forward Looking Infrared), dan memastikan bahwa seluruh komponen dan peralatan Ground Control Station PTTA Wulung berjalan dengan baik.

Dengan didapatkannya Type Certificate PTTA Wulung dari Indonesian Military Airworthiness Authority (IMAA), PTTA Wulung telah memenuhi regulasi dan siap untuk diproduksi.

Untuk satu unit PTTA Wulung siap terbang dibutuhkan waktu enam minggu, dengan estimasi tiga minggu untuk produksi struktur, satu minggu untuk integrasi dan dua minggu untuk testing seperti ground test, kalibrasi, dan berbagai macam pengujian lainnya.

Tahap produksi massal untuk PTTA Wulung akan dimulai pada awal Mei 2016. Dan diharapkan sesuai rencana, tiga unit PTTA Wulung bakal diserahkan kepada pemesan, yakni Kementerian Pertahanan.

PTTA Wulung yang dihasilkan saat ini kualitasnya sudah baik dan sesuai dengan spesifikasi yang diminta TNI AU. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

UPDATE

Bedakan Es Gabus dengan Spons Saja Tidak Bisa, Apalagi Ijazah Asli

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:09

Mendesak Pemberlakuan Cukai MBDK

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:03

Paling Ideal Kedudukan Polri di Bawah Presiden

Jumat, 30 Januari 2026 | 01:21

MBG Lebih Mendesak, Lapangan Kerja Nanti Dulu Ya!

Jumat, 30 Januari 2026 | 01:16

Eggi Sudjana Cs Telah Jadi Pelayan Kepentingan Politik Jokowi

Jumat, 30 Januari 2026 | 01:11

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

PKR Tatap Pemilu 2029 Mengandalkan Kader Daerah

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:09

Kubu Jokowi akan Terus Lancarkan Strategi Adu Domba terkait Isu Ijazah Palsu

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:04

Ahmad Luthfi Menghilang saat Bencana Menerjang Jateng

Kamis, 29 Januari 2026 | 23:38

Roy Suryo akan Laporkan Balik Eggi Sudjana Cs

Kamis, 29 Januari 2026 | 23:15

Selengkapnya