Berita

Masyarakat Antusias Ikut Gerakan Nusantara Mengaji

JUMAT, 22 APRIL 2016 | 22:31 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Antusiasme masyarakat Indonesia terhadap kegiatan mengaji sangat tinggi. Hal itu terbukti dari banyaknya masyarakat nusantara yang ingin terlibat dalam Gerakan Nusantara Mengaji yang digelar oleh Majelis Tahfid dan Hataman Al Qur'an (MATAN).

‎"Hingga saat ini yang daftar secara suka rela di website kami (www.nusantaramengaji.com) sudah mencapai 9 ribu orang, padahal kami baru satu minggu mensosialisasikan website," kata Ketua Kornas Gerakan Nusantara Mengaji, Jazilul Fawaid, melalui sambungan telepon Jumat (22/4).

Perekrutan peserta dilakukan dengan dua pola, yaitu dengan offline dan online. Perekrutan offline, terang Jazilul, dilakukan oleh seluruh panitia yang sudah terbentuk kurang lebih di 400 kota/kabupaten. Dari perekrutan offline itu ditargetkan mencapai 300.000 khataman. Adapun perekrutan online dimaksudkan untuk menjaring seluruh masyarakat yang belum terjangkau oleh panitia di tingkat daerah.

"Jadi, 300.000 kali hatam saat ini sudah hampir terpenuhi melalui perekrutan offline. Sedangkan peserta yang mendaftar secara online adalah nilai tambahan bagi kami, sehingga kami pastikan Gerakan Nusantara Mengaji akan menghatamkan Al Quran lebih dari 300.000 kali hatam," katanya.

Selain masyarakat muslim di Nusantara, beberapa umat Muslim di Singapura, Brunai dan Malaysia juga ada yang mendaftar jadi peserta.

"Untuk pendaftar online, kami memang tidak membatasi di nusantara saja, tapi umat muslim di negara lain juga bisa menjadi peserta, mereka bisa ngaji di rumah masing-masing pada tanggal 7-8 Mei 2016," ulasnya.

Jazilul mengatakan kegiatan ini juga disukseskan oleh umat non Muslim. Di NTT dan Singkawang, beberapa umat non muslim membantu penyelenggaraan kegiatan.

"Mereka membantu teknis penyelenggaraan, baik komunikasi dengan berbagai pihak maupun membantu dengan tenaga dan lain sebagainya," demikian Jazilul.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya