Berita

Politik

Dukung Ahok, Masyarakat Demokrasi Jakarta Gelar Deklarasi

SELASA, 19 APRIL 2016 | 19:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kelompok yang menamakan diri Masyarakat Demokrasi Jakarta menegaskan ikut mendukung Basuki Tjahaya Purnama atau biasa dipanggil Ahok sebagai calon gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.

"Bahwa Jakarta merupakan pintu masuk wajah Indonesia karena itu segala langkah-langkah Basuki Tjahaja Purnama merupakan representasi dari menuju Indonesia yang lebih baik, " ungkap Syah Dinihari selaku Ketua Masyarakat Demokrasi Jakarta dalam jumpa pers di Dapur Solo Matraman, Jakarta Timur, Selasa (19/4)..

Ia menjelaskan, dukungan lantaran Ahok adalah figur yang bersih dan mampu menjadikan birokrasi yang efektif yang melayani masyarakat..

"Bahwa Jakarta baru kali ini dipimpin oleh pemimpin yang memberikan hatinya bagi kota Jakarta, sehingga Jakarta pelan tapi pasti menuju kota yang humanis, metropolis juga tertib hukum, " paparnya..

Oleh karena itu, Masyarakat Demokrasi Jakarta menegas mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersama Heru Budi Hartono untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta dan Wakil Gubernur demi Jakarta yang bersih, transparan, bebas korupsi dan Indonesia pada umumnya..

Jumpa pers juga diikuti diskusi bertema "Selain Ahok, adakah bakal calon Gubernur DKI Jakarta yang dapat diandalkan?"..

Hadir sebagai pembicara, diantaranya, Pengamat Politik J Kristiadi, Wasekjen DPP Partai Hanura Sarbini, Praktisi Hukum Rheinhard Parapat dan Tokoh Pemuda Nurseto..

Dikatakan Sarbini, diibaratkan pertandingan sepak bola, lawan dari Ahok ingin mantan Bupati Belitung Timur itu kalah sebelum bertanding. Soal reklamasi dan Sumber Waras dianggapnya propaganda calon lawan yang sampai sekarang belum dapat dibuktikan dimana kesalahan Ahok dalam dua kasus ini..

"Skenarionya adalah Pak Ahok ga nyalon. Kalau istilah sepakbola "bye". Pertarungan tanpa Pak Ahok lebih menarik, ini mereka yang kejar propaganda. Walaupun tetap maju hasil surveynya turun, mereka jadi merasa punya kesempatan dan kemampuan untuk melawan," ungkap dia.

Namun bagi Sarbini, masyarakat Jakarta merupakan masyarakat yang heterogen dan rasional. Mereka pasti bisa menilai sendiri, melihat bagaimana pimpinannya memiliki kinerja yang konkret.

Sementara menurut Tokoh Pemuda Nurseto, pemuda kini melihat bukti nyata hasil kerja Ahok dalam pembangunan ibukota. Bukan, lanjut, yang akan atau baru mau mengerjakan, yang didengar masyarakat. Dia menilai, pemuda tidak melihat kegaduhan politik yang belum berakhir, baik itu kasus RS Sumber Waras dan Reklamasi.

"Pemuda itu polos. Kalau anak muda ditanya ya simple, paling kegaduan itu diciptakan untuk menghambat ahok. Kata kunci, pemuda merasakan naik busway tidak antri lagi. Bisa internetan ditaman, yang kongkrit, jawab mereka (Pemuda-red), " papar Nurseto.

Poinnya, tambah dia, Rakyat merasa diperhatikan dan mampu menilai progress pemimpinnya dalam membenahi Jakarta. (dem)

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya