Berita

BBM Sudah Turun, Kenapa Ongkos Angkot Belum Berubah?

SELASA, 19 APRIL 2016 | 15:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Hingga saat ini para penumpang angkutan kota (angkot) masih membayar ongkos dengan tarif lama. Padahal, penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) premium dan solar sebesar Rp 500 per liter sudah berlaku sejak 1 April 2016 lalu.

Kenapa BBM sudah turun tapi ongkos angkot tidak turun?

Indonesia Traffic Watch (ITW) mendesak Organda dan pemerintah daerah segera menurunkan tarif transportasi angkutan kota.


Apalagi penurunan tarif sudah disampaikan Presiden Jokowi saat mengumumkan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) premium dan solar sebesar Rp 500 per liter yang berlaku sejak 1 April 2016 lalu.

"Seharusnya penurunan harga BBM disertai dengan turunnya ongkos transportasi angkutan kota," kata Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan, Selasa (19/4).

Faktanya, kata dia, penurunan harga BBM sudah berlaku sejak 1 April 2016 tapi sampai saat ini tarif transportasi angkot khususnya di Jakarta masih tetap menggunakan tarif lama.

Menurut Edison, Organda jangan hanya menaikan tarif saat harga BBM naik tetapi setelah harga  BBM turun tidak menurunkan tarif bahkan pura-pura tidak tahu.

ITW juga mendesak Dishub Pemprov DKI agar berperan aktif untuk memanggil dan menegur Organda soal tarif yang sampai saat ini tidak diturunkan.

"Pemerintah tentunya memahami bahwa  transportasi angkutan umum itu tidak semata hanya soal bisnis, tetapi juga bentuk pelayanan yang merupakan kewajiban negara dan diselenggarakan pemerintah," tegas Edison.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya