Sinyal reshuffle kabinet semakin kuat. Kemungkinan ini diperkuat dengan pernyataan Presiden Jokowi bahwa dirinya membicarakan reshuffle dengan Wapres JK namun belum mencapai kata sepakat.
Diantara menteri yang santai menanggapi reshuffle adalah Imam Nahrawi. Menteri Pemuda dan Olahraga ini tak waswas andai ada pergantian menteri.
"Jabatan, rejeki, jodoh, nyawa itu menurut saya sudah ada yang mengatur. Lek iyo mosok orao, lek ora mosok iyoo (kalau iya masa tidak terjadi, kalau tidak masa terjadi)," kata Imam dengan logat Jawa Timuran belum lama ini di Jakarta.
Seperti diberitakan JPNN, pria kelahiran Bangkalan, Madura itu menegaskan, bagi dirnya yang penting adalah bisa bertugas sebaik mungkin sebagai menteri. Menurutnya, jabatan merupakan amanah yang harus dikerjakan sebaik mungkin.
Nahrawi berpandangan tak akan selamanya menyandang jabatan sebagai menteri. Karenanya ia tak mau dibuat khawatir oleh reshuffle.
"Karena semua pasti ada ujungnya. Usia orang akan ada ujung, kemenangan ada ujung, kekalahan ada ujung, jabatan juga ada ujung," ujarnya.
Ia justru memuji Presiden Joko Widodo. Sebab, Jokowi tetap memberikan dukungan ke Nahrawi ketika kebijakannya sebagai Menpora mendapat serangan dari berbagai pihak.
"Saya bersyukur punya presiden yang luar biasa, memberikan kepercayaan ke anak buah tidak tanggung. Beliau tidak pernah membiarkan saya jalan sendiri, selalu dipantau dan memberi arahan. Saya senang dengan model kepemimpinan Pak Jokowi,†pungkasnya.
[dem]