lieus sungkharisma/net
lieus sungkharisma/net
RMOL. Gubernur Basuki Tjahja Purnama telah menikam Presiden Jokowi dari belakang. Jokowi menjadi gubernur Jakarta karena kesederhanaan, kedekatan dan pembelaan Jokowi kepada rakyat kecil. Tapi sekarang keadaan berbalik 180 derajat. Ahok yang meneruskan jabatan Jokowi sebagai gubernur Jakarta setelah Jokowi dilantik menjadi presiden, justru bersikap sebaliknya.
"Bahkan kontrak politik yang ditandatangani Jokowi dengan warga Jakarta, tak ada artinya di mata Ahok. Gubernur Jakarta pengganti Jokowi ini benar-benar tak menganggap penting kontrak politik Jokowi itu. Ini sama artinya Ahok sengaja menjatuhkan kredibilitas Jokowi. Ia secara terang-terangan menikam Jokowi dari belakang," ujar Tokoh Masyarakat Tionghoa Jakarta, Lieus Sungkharisma, kepada redaksi, Jumat (15/4).
Lieus mencontohkan, salah satu janji Jokowi yang tertuang dalam kontrak politik itu adalah janji Jokowi dengan masyarakat Muara Baru, Penjaringan Jakarta Utara. Dalam kontrak politik yang ditandatangani Jokowi pada Sabtu, 15 September 2012 itu, antara lain ada kesepakatan bahwa warga masyarakat akan dilibatkan dalam penyusunan RTRW, warga kampung yang sudah tinggal di satu lokasi selama 20 tahun dan tanahnya tidak dalam sengketa, akan diakui haknya dalam bentuk pemberian sertifikat hak milik, pemukiman kumuh tidak akan digusur tapi ditata ulang, dan penataan serta perlindungan bagi pekerja di sektor ekonomi informal.
Populer
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Senin, 20 April 2026 | 12:50
Kamis, 16 April 2026 | 18:10
Kamis, 16 April 2026 | 13:50
UPDATE
Jumat, 24 April 2026 | 16:14
Jumat, 24 April 2026 | 15:44
Jumat, 24 April 2026 | 15:38
Jumat, 24 April 2026 | 15:31
Jumat, 24 April 2026 | 15:24
Jumat, 24 April 2026 | 15:13
Jumat, 24 April 2026 | 14:46
Jumat, 24 April 2026 | 14:43
Jumat, 24 April 2026 | 14:17
Jumat, 24 April 2026 | 14:16