Sejumlah mahasiswa asal Indonesia yang sedang menempuh studi di beberapa universitas di Malaysia dan Singapura turun ke jalan. Demonstrasi yang digelar di depan Konjen RI di Johor Baru dan ‎KBRI Singapura hari ini (14/4) menuntut Presiden Jokowi mengevaluasi posisi Menteri BUMN Rini Soemarno.
"Kami meminta ‎Presiden Jokowi mencopot Rini Soemarno dari jabatannya karena sudah mempermalukan bangsa dan negara," kata salah seorang mahasiswa, Ahmad Qomaruddin, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi beberapa saat lalu.
‎"Bahkan dia mempertontonkan kemunafikan dengan terus berkelit dari tanggung jawab moral politiknya sebagai pejabat negara serta menolak untuk mundur seperti dilakukan para pejabat di negara lain," sambung dia.
Ahmad Qomaruddin dan ‎mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Indonesia Asia Tenggara menyampaikan kekecewaan sekaligus kemarahan atas skandal penggelapan pajak dan penyimpanan uang di luar negeri yang diduga dilakukan Rini Soemarno.
Mahasiswa Indonesia yang melakukan demonstrasi di depan KJRI Johor
Baru antara laindari University Teknologi Malaysia (UTM), International
Islamic University Malaysia (IIUTM), dan Multimedia University. Adapun
demonstrasi di KBRI Singapura dilakukan oleh mahasiswa Nasional
University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU)
dan Singapore Manajemen University (SMU).
Bagi mereka keberadaan nama Rini Soemarno dalam dokumen Panama Papers membuktikan bahwa revolusi mental harus dimulai dari dalam kabinet, dan dilakukan terhadap orang-orang yang disebut-sebut sebagai 'lingkar dalam' Presiden Jokowi.‎
"Keterlibatan Rini menjadi pukulan balik untuk pemerintahan Jokowi yang dibangun dengan integritas dan dukungan rakyat kecil. Keterlibatan Rini dalam Panama Papers hanya membuktikan satu hal, bahwa dia bukan figur yang bersih dan berintegritas namun justru dekat kaitannya dengan tindak pidana pencucian uang, penggelapan pajak, suap dan gratifikasi," kata Ahmad Qomaruddin.‎
Selain mendesak pencopotan Rini Soemarno, dalam aksinya para mahasiswa juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas nama-nama tokoh dan pengusaha Indonesia yang tersangkut skandal Panama Papers.
"Kami juga menuntut penyitaan terhadap seluruh aset pejabat negara dan swasta yang terlibat dalam Panama Papers untuk kas negara," demikian disampaikan Ahmad Qomaruddin.
[dem]