Penggusuran paksa yang dilakukan Pemprov DKI menyisakan kepedihan mendalam bagi warga Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara.
Seperti disampaikan Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo), Bastian P Simanjuntak, saat ini para warga masih bertahan di perahu-perahu yang biasa mereka gunakan untuk mencari nafkah di laut. Diantara mereka ada ibu-ibu hamil.
Kemarin Bastian bersama Ratna Sarumpaet dan beberapa aktivis turun ke lokasi. Selain bertemu warga Pasar Ikan korban penggusuran, mereka mendatangi pengurus masyarakat di sana. Tak hanya ke Pasar Ikan, mereka juga mendatangi warga Luar Batang yang tidak lama lagi akan digusur.
"Korban gusuran sangat membutuhkan bantuan pendidikan anak, pengobatan, makanan, dan tenda untuk tempat tinggal," kata dia kepada redaksi, Kamis (14/4).
Masyarakat Luar Batang, katanya, sangat mengharapkan kepedulian ormas dan partai politik untuk mendirikan posko-posko pembelaan atas nasib mereka. Mereka juag mengharapkan kedatangan aktivis mahasiswa dan kelompok masyarakat lainnya. Para warga menolak keras digusur oleh Gubernur Basuki Tjahja Purnama.
"Ribuan masyarakat luar batang tetap solid, satu komando, sangat mengantisipasi masuknya intel yang akan memecah belah persatuan warga. Warga juga siap melawan," kata Bastian lagi.
Sementara itu, lanjut dia, sekitar 300 warga korban penggusuran menuntut ganti rugi atas rumah mereka yang sudah diratakan oleh Ahok. Temuan lainnya, kemarin sore sempat ada alat berat milik Pemda yang mau menghancurkan jembatan untuk memutus akses jalan warga Pasar Ikan. Namun pembongkaran tidak jadi dilakukan karena mendapatb perlawanan dari warga.
"Tiga warga Pasar Ikan meninggal dunia karena shock mendapatkan surat penggusuran dari kecamatan," kata Bastian menyampaikan hasil pertemuan lainnya.
[dem]