Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) Letjen I Wayan Midhio mengajak semua pihak mewaspadai gerak gerik LSM asing dan pro asing.
Dia menilai saat ini banyak LSM yang didanai asing yang bekerja untuk kepentingan-kepentingan asing.
"Kita tahu bahwa no free lunch, artinya ketika sudah di danai asing pasti kepentingan dan agenda asing yang masuk," ‎kata dia saat menjadi narasumber di seminar yang diadakan KNPI DKI Jakarta di aula gedung DPD KNPI, Jakarta, Selasa (13/4).
Direktur An-nashr Institut, Munarman, yang juga sebagai pembicara dalam seminar tersebut menyampaikan sikap hati-hati dengan gerak gerik LSM asing dibutuhkan karena mereka sudah pasti akan ganggu stabilitas negara dengan isu-isu yang seolah bagus.
‎"Saya bicara seperti ini karena saya adalah mantan aktivis LSM yang didanai asing dan mereka sangat tidak transparan, bahkan seperti Walhi dan Green Peace itu mereka sudah seperti teroris ekonomi global," katanya.
‎Hal senada disampaikan Dirjen Potensi Pertahanan Kemenhan RI, Timbul Siahaan. Dia mengungkapkan kita harus kompak dan bersatu lawan kepentingan asing yang sering masuk melalui LSM asing dan juga pro asing.
Dra. Irawati yang merupakan perwakilan dari Kemendagri menyebutkan bahwa perlu dibuat aturan yang jelas agar LSM asing bisa dipantau.
Dalam kesempatan yang sama ketua KNPI DKI Jakarta Ichwanul Muslimin Dault mengajak seluruh pemuda untuk lebih membela kepentingan negara jangan mudah dihasut dengan isu-isu yang dibawa oleh LSM asing.[dem]