Berita

Waspadai Kepentingan LSM Pro Asing

RABU, 13 APRIL 2016 | 18:20 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA


Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) Letjen I Wayan Midhio mengajak semua pihak mewaspadai gerak gerik LSM asing dan pro asing.

Dia menilai saat ini banyak LSM yang didanai asing yang bekerja untuk kepentingan-kepentingan asing.

"Kita tahu bahwa no free lunch, artinya ketika sudah di danai asing pasti kepentingan dan agenda asing yang masuk," ‎kata dia saat menjadi narasumber di seminar yang diadakan KNPI DKI Jakarta di aula gedung DPD KNPI, Jakarta, Selasa (13/4).

Direktur An-nashr Institut, Munarman, yang juga sebagai pembicara dalam seminar tersebut menyampaikan sikap hati-hati dengan gerak gerik LSM asing dibutuhkan karena mereka sudah pasti akan ganggu stabilitas negara dengan isu-isu yang seolah bagus.

‎"Saya bicara seperti ini karena saya adalah mantan aktivis LSM yang didanai asing dan mereka sangat tidak transparan, bahkan seperti Walhi dan Green Peace itu mereka sudah seperti teroris ekonomi global," katanya.

‎Hal senada disampaikan Dirjen Potensi Pertahanan Kemenhan RI, Timbul Siahaan. Dia mengungkapkan kita harus kompak dan bersatu lawan kepentingan asing yang sering masuk melalui LSM asing dan juga pro asing.

Dra. Irawati yang merupakan perwakilan dari Kemendagri menyebutkan bahwa perlu dibuat aturan yang jelas agar LSM asing bisa dipantau.

Dalam kesempatan yang sama ketua KNPI DKI Jakarta Ichwanul Muslimin Dault mengajak seluruh pemuda untuk lebih membela kepentingan negara jangan mudah dihasut dengan isu-isu yang dibawa oleh LSM asing.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya