Berita

sya'roni/net

Hukum

KPK, Segera Tangkap Menteri Rini Atas Tuduhan Menerima Suap Dari Pejabat China!

RABU, 13 APRIL 2016 | 13:12 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk segera menangkap Menteri BUMN Rini Soemarno atas dugaan telah menarima suap 5 juta dolar AS atau setara Rp 65 miliar dari pejabat China.

Desakan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (HUMANIKA), Syaroni, dalam perbicangan dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu (Rabu, 13/4).

"KPK harus cepat bergerak. Siapa pun yang terlibat dan menikmati uang suap harus segera ditangkap," katanya.


Informasi adanya transfer dana kepada Rini Soemarno, sebut Sya'roni, bisa dijadikan bukti awal untuk meminta keterangan dari Rini Soemarno dan membongkar kasusnya.

Menurut dia, informasi adanya transfer uang 5 juta dolar AS ke Rini Soemarno tak bisa dianggap sepele sebab informasi tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap Gubernur Provinsi Hainan, Ji Wenlin, oleh otoritas penegak hukum di China.

Terungkap bahwa Ji Winlen-lah yang mengatur transfer ke Rini dan belakangan pengadilan korupsi di China memvonis Ji Wenlin dengan 14 tahun penjara.

Ji Wenlin divonis bersalah bersama Zhoun Yong Kang, petinggi Komite Pusat Partai Komunis China, karena terbukti melakukan korupsi dalam rentang delapan tahun terakhir. Ji Wenlin bersama Zhoun Yong Kang diketahui mendapatkan komisi sebesar 10-20% dari setiap proyek yang dimenangkan sejumlah perusahaan China di berbagai negara di Asia.

Salah satu perusahaan yang mereka bantu memenangkan proyek adalah China Railway Construction Limited (CRC) yang di Indonesia menggarap proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Selain itu, Sya'roni mendesak Presiden Jokowi untuk kooperatif atas terbongkarnya kasus penyuapan ini. Langkah awal, presiden bisa memberhentikan Rini Soemarno agar bisa memudahkan penyelidikan sekaligus menutup kemungkinan upaya Rini Soemarno menghilangkan barang bukti.

"Presiden Jokowi harus segera memecat Rini Soemarno dari Kabinet Kerja. Tentu saja, penghentian proyek kereta cepat Jakarta-Bandung karena terindikasi berlumuran suap merupakan langkah lain yang harus dilakukan segera oleh Presiden Jokowi," demikian Sya'roni.[dem]


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya