Berita

Bagi Ahok, Jakarta Bukan Untuk Orang Miskin

SENIN, 11 APRIL 2016 | 15:16 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama alias Ahok tidak suka dengan orang miskin di ibukota. Buktinya, selama tiga tahun, ada 62.036 orang miskin di ibukota digusur dari tempat tinggalnya.

Kesimpulan tersebut disampaikan Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan dalam pesan elektroniknya kepada redaksi, Senin (11/4). Kasus terbaru, hari ini Ahok menggusur tempat tinggal orang miskin di Kampung Luar Batang serta Pasar Ikan, Jakarta Utara.

"Data penggusuran yang berhasil kami himpun, pada tahun 2013 orang miskin di Jakarta yang digusur berjumlah 17.533 jiwa, tahun 2014 sebanyak 15931 jiwa, sementara tahun 2015 ada 28572 jiwa,"  ulas dia.


Seperti saat menggusur Kampung Pulo dan Kalijodo, penggusuran kawasan Pasar Ikan dilakukan karena dianggap lahan ilegal untuk bangunan.

Sebaliknya, Azas menyebut Ahok sebagai pembela orang kaya. Ahok tak bertindak apa-apa terhadap kawasan mewah Pantai Indah Kapuk, Pluit dan kawasan reklamasi pantai Jakarta padahal status lahan yang dijadikan hunian orang kaya dan kelas menengah ini, juga ilegal.

"Tapi bedanya, Kampung Pulo cs tidak mampu mengubah lahan ilegal menjadi legal karena penghuni orang miskin. Sementara kawasan PIK, Pluit dan Reklamasi Pantai Jakarta jelas mempunyai kemampuan membayar untuk mengubah status lahan ilegal menjadi lahan legal untuk bangunan," katanya.

Dia menduga hal itu terkait rencana Ahok kembali maju di Pilkada DKI. Ahok sadar betul orang miskin tidak akan memilih dirinya, dan hanya warga kelas menengah dan atas yang memilih Ahok.

"Jadi jika Ahok bumi hangus warga miskin dari Jakarta. Agar warga miskin tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Jakarta orang miskin dan itu didukung oleh warga kelas atas serta menengah," demikian Azas.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya