Berita

ratna sarumpaet/net

Publika

Penggusuran Luar Batang, Tragedi Budaya dan Kemanusiaan di Era Demokrasi

SABTU, 09 APRIL 2016 | 18:58 WIB

AMBISI di balik penggusuran warga Luar Batang dimana Masjid Jami, Museum Bahari dan Pasar Ikan terletak, adalah sebuah komplek mercusuar super mewah yang menara-menara pencakar langitnya akan serta merta menenggelamkan tiga Cagar Budaya tersebut.

Wilayah Luar Batang, dimana Masjid Jami, Museum Bahari, Pasar Ikan (sebagai Cagar Budaya) terletak, seyogianya dilihat sebagai wilayah Cagar Budaya berikut warga dan budaya mereka. Konsep pemugaran/revitalisasi setiap wilayah Cagar Budaya pun hendaknya didekati dengan pendekatan budaya, mencari sebanyak-banyaknya masukan dan rekomendasi dari stakeholder, termasuk rekomendasi dari Tim Sidang Pemugaran (TSP) dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB).

Lama Warga Kampung Luar Batang/Pasar Ikan dibingungkan kehadiran secara berkala pejabat Pemprov DKI di kampung mereka, kasak-kusuk tentang ide-ide program, tentang perapihan tata kota, tanpa pernah terus-terang menyampaikan kalau Pemprov DKI berencana menggusur mereka dari kampungnya. Artinya, hingga warga menerima surat pemberitahuan tanggal 24 Maret 2016, Pemda DKI belum sekalipun melakukan sosialisasi atau berdialog dengan warga.


Setelah surat tanggal 24 Maret membuat mereka syok, pada tanggal 26 Maret 2016 ketika aparat Kepolisisan, TNI dan Satpol PP mulai berdatangan dan mendirikan Posko Tiga Pilar, warga semakin panik dan frustrasi. Tanggal 4 April 2016 sebelas hari setelah warga menerima pemberitahuan, rumah tiap warga di Pasar Ikan kembali didatangi Pejabat Pemda menyerahkan Surat Perintah (SP 1) sambil menorehkan tanda silang dengan cat di dinding atau pintu tiap rumah. Di dalam surat perintah (SP1) itu tercantum dalam tujuh kali 24 jam SP-1 akan disusul dengan SP-2”, namun hanya dua hari setelah menerima SP-1, SP-2 sudah diturunkan.

Di antara rangkaian peristiwa menegangkan itu, dua warga Kampung Luar Batang meninggal dunia, dan tanggal 6 April 2016, ketika Warga Pasar Ikan menerima SP2, seorang Warga RW-4 Pasar Ikan, yakni Mukmin, 67 tahun, meninggal dunia.

Uraian diatas secara terang benderang menunjukkan betapa proses relokasi warga di Pasar Ikan dan Kampung Luar Batang sejak awal telah cacat secara prosedur karena mengabaikan hampir semua aturan yang berlaku, terutama sosialisasi/dialog, yang dibuat demi melindungi hak-hak rakyat.

Ratna Sarumpaet Crisis Center (RRCC) sudah menemui Kapolri meminta agar Kepolisian bisa menjadi mitra yang membantu mengingatkan Pemda DKI agar tidak melalaikan kewajiban2 nya. RSCC juga sudah menyurati Gubernur, meminta agar menangguhkan pelaksanaan relokasi dan meminta agar Pemda DKI melakukan sosialisasi yang selama ini belum mereka lakukan. Saya tidak berharap Gubernur menjawab surat saya, tapi saya berharap betul ada perubahan di lapangan dan hari ini SP3 untuk warga Pasar Ikan sudah turun. Itu berarti pelaksanaan penggusuran di Pasar Ikan tampaknya akan tetap dilaksanakan besok.

Tadi pagi, ini mungkin harapan terakhirku, aku berbincang (via telepon) dengan Sekretaris Kabinet, Bapak Pramono Anung. Aku meminta bantuan beliau mencari cara agar Warga bisa bertemu Presiden Jokowi. Sambil menunggu jawaban dari Istana Presiden, dalam bathin aku bergumam "Kemanakah Darah Rakyat yang dulu Tumpah Demi Memperjuangan Kemerdekaan dan Demokrasi itu Mengalir ...” [***]

Penulis adalah aktivis yang juga pendiri RSCC, Ratna Sarumpaet

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Harga iPhone di Indonesia Naik Juli 2026, Cek Daftar Harga Terbaru Semua Seri

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:21

Investasi Masyarakat, BRI Hadirkan ORI030 dengan Kupon Hingga 7%

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:13

IPW Desak Polri Periksa Febrie Adriansyah usai Akui Rumah Sentul Miliknya

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:09

Apa Saja Hak Pegawai Usai Kena PHK? Ini Daftar Hak yang Wajib Dipenuhi Perusahaan

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:08

Berpotensi Abuse of Power, Jampidsus Febrie harus Dinonaktifkan

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:56

Jampidsus Febrie Adriansyah Ajari Kortastipidkor Polri Cara Tangani Kasus Batu Bara

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:51

Modal Dukungan 34 DPD, Wihaji Maju Jadi Ketum Ormas MKGR

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:30

Pakar Hukum: Temuan 74 Kg Emas Cukup jadi Alasan Kuat Jampidsus Mundur

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:17

KPK Periksa LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah, Ditemukan Dugaan Penggunaan Nominee

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:15

Tegang! Gedung Promoter Dijaga Puluhan Brimob Bersenjata Lengkap Jelang Konferensi Pers

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:05

Selengkapnya