Berita

ilustrasi/net

Politik

Menko Rizal Ramli Fokus Perbaiki Nasib 19 Juta Nelayan

SABTU, 09 APRIL 2016 | 07:42 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Salah satu inti dari semangat Nawacita di sektor maritim yang menjadi tugas Kementerian Koordinator Maritim Dan Sumber Daya adalah mewujudkan kesejahteraan nelayan.

"Pak Menko (Rizal Raml) itelah menjabarkan visi Nawacita presiden tentang poros maritim, bahwa salah satu dari poros maritim adalah laut sebagai sumber ekonomi, dan tulang punggungnya adalah nelayan," ujar staf khusus Menko Maritim dan Sumber Daya, Achmad Fakhruddin, saat ramah tamah dengan jajaran pejabat Pemkab Banyuwangi di daerah Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat malam (8/4).

Achmad Fakhruddin yang biasa disapa Kasino, menyampaikan hal itu usai menerima penjelasan dari Asisten 2 Pemkab Banyuwangi mengenai persiapan acara penyerahan Kartu Jaminan Sosial oleh Menko Maritim Dan Sumberdaya kepada 1000 nelayan Banyuwangi di Muncar pagi ini.


Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Riza Damanik, Sekretaris Majelis Ekonomi Muhammadiyah Asrul Tanjung, Kordinator Gerakan Indonesia Bersih Adhie M. Massardi, bersama sejumlah pihak yang peduli dengan isu-isu nelayan ikut serta dalam kegiatan ini.

Untuk mendorong kemajuan sektor maritim, ungkap Achmad, salah satu kerja yang dilakukan adalah memberikan perlindungan jaminan sosial kepada nelayan.

"Pak Menko konsentrasi betul bagaimana melakukan pemberadaan nelayan, sehingga 19 juta nelayan Indonesia tidak lagi berada di bawah garis kemiskinan," katanya.

Dia mengatakan, kementeriannya terus mengupayakan para nelayan memiliki jaminan sosial. Selain di pantai Muncar, kegiatan serupa sebelumnya dilakukan di kampung nelayan Indramayu, Belawan dan Sibolga.

"Ini akan berjalan terus sampai ke daerah-daerah lain. Kami berharap pemerintahan betul-betul dapat mewujudkan keinginan rakyat," demikian Achmad Fakhruddin. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya