Berita

Kemenag Lambat Dalam Mempersiapkan Kebutuhan Jamaah Haji

KAMIS, 07 APRIL 2016 | 15:10 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL.  Ketua Komisi VIII DPR, Saleh Partaonan Daulay, mengingatkan Kementerian Agama untuk mempersiapkan pelaksanaan haji 2016 dengan matang. Menurutnya, harus ada peningkatan kualitas dibanding pelaksanaan tahun lalu.

"Jamaah haji Indonesia itu terbanyak sedunia. Karena itu, persiapannya harus matang. Tidak hanya sekadar rutinitas, tapi harus ada peningkatan kualitas," ujar Saleh dalam siaran persnya (Kamis, 7/4).

Saleh menyampaikan itu dia bersama anggota Panitia Kerja (Panja) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Komisi VIII DPR lainnya melakukan kunjungan kerja ke daerah kerja Madinah dan Mekkah sejak 3 April lalu.


Dalam kunker tersebut, Panja BPIH menemukan Kemenag masih sangat lamban dalam mempersiapkan kebutuhan jamaah haji Indonesia 2016. Padahal, waktu pelaksanaan haji tidak lebih dari tiga bulan setengah lagi.

Dia mengingatkan kesuksesan penyelenggaraan haji sangat tergantung dari persiapan panitia di Tanah Suci. Ada beberapa elemen kunci yang mendapat sorotan panja BPIH yaitu pemondokan, katering, transportasi, dan persiapan armina.

Dari hasil pantauan dan berdasarkan penjelasan langsung dari tim yang ada di Saudi, secara umum panja BPIH menilai bahwa hasil kerja mereka masih jauh dari memuaskan.

Dari sisi pemondokan di Mekkah, misalnya, dari total kuota 155.200 jamaah haji, sampai hari ini yang baru berhasil dinegosiasikan masih 42 pemondokan. Sementara daya tampungnya hanya 58.088 jamaah. Artinya, masih ada sekitar 100 ribu jamaah lagi yang harus dicarikan pemondokannya.

"Dibanding tahun lalu, ini masih sangat lamban. Padahal, tim yang berjumlah 14 orang sudah bekerja selama 27 hari. Belum lagi, ada banyak pemondokan yang hanya repeat order (pemesanan ulang). Mestinya itu lebih mudah karena tidak perlu melakukan kasyfiyah (verifikasi) lebih detail seperti tahun lalu," ucap anggota Fraksi PAN ini.

Sementara itu, pemondokan untuk Madinah belum ada satu pun yang dinegosiasikan. Padahal, jumlah pemondokan di wilayah markaziyah di kota Madinah sangat terbatas. Jika negosiasinyaa terlambat, dikhawatirkan akan terjadi keterlambatan karena harus bersaing dengan negara lain.

Belum lagi, keterlambatan itu menyebabkan nilai sewa akan semakin mahal. Itu sudah terjadi pada tahun lalu dimana sewa pemondokan di Madinah jauh lebih tinggi dari yang disepakati oleh kemenag dan DPR.

"Kejadian tahun lalu itu mesti jadi pembelajaran. Koordinasi tentang jadwal kedatangan jamaah semestinya sudah bisa ditentukan jauh-jauh hari. Dengam begitu, penentuan jadwal fix penyewaan bisa segera didapatkan," tandas legislator asal dapil Sumut II ini. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya