Berita

Politik

Simpan "Celengan Babi" Di Panama, Mental JK Dan Keluarganya Harus Direvolusi

KAMIS, 07 APRIL 2016 | 11:20 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dari sekian banyak miliarder Indonesia ‎yang masuk klien Mossack Fonseca adalah keluarga Wakil Presiden Jusuf Kalla. JK pun dituntut menjelaskan tindakan keluarganya menyimpan "celengan babi" di Panama.

"JK harus menjelaskan mengenai hal itu ke publik. Apalagi belakangan ini orang-orang yang tertulis di Panama Papers diasosiasikan sebagai para penyelundup pajak," ujar ‎‎Direktur Eksekutif Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis), Sugiyanto, kepada Kantor Berita Politik RMOL‎, Kamis (7/4).

‎‎Sugiyanto mengatakan kalau perlu JK memimta maaf kepada rakyat Indonesia atas perbuatan keluarganya itu. Hal itu dikaitkan dengan pernyataan yang pernah disampaikan JK sendiri.


Saat memberikan sambutan dalam perayaan Cap Go Meh di Hall D, JI-Expo Kemayoran, Jakarta pada Minggu, 28 Februari 2016, JK mengatakan bahwa pengusaha yang mengaku cinta Indonesia tetapi tidak membayar pajak dan menyimpan uangnya di luar negeri bukanlah warga negara yang baik.
 
‎"Pernyataan JK ibarat menepuk air terpercik muka sendiri. JK harus ksatria menyampaikan permohonan maaf‎ dan melakukan revolusi mental terhadap keluarganya," katanya.

Keluarga JK turut muncul dalam bocoran Panama Papers bersama sejumlah tokoh Indonesia lainnya. Mereka adalah Solihin Kalla (anak), Ahmad Kalla (adik), Aksa Mahmud (adik ipar) dan Erwin Aksa (keponakan). Untuk melihat miliarder yang termua di Panama Papers, silakan klik disini .[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya