Berita

Hukum

KPK Sebaiknya Fokus Dengan Pemerasan Dewan Dan Peran Ahok

RABU, 06 APRIL 2016 | 17:54 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Penangkapan anggota DPRD DKI Muhammad Sanusi menjadi bukti pejabat negara saat ini masih menjadikan sebuah regulasi untuk mengeruk dana haram. Politisi Partai Gerindra itu tertangkap tangan menerima Rp 1,2 miliar terkait pembahasan Raperda reklamasi dan zonasi.

"Sebenarnya penangkapan oleh KPK tidak akan terjadi kalau DPRD dan Pemprov DKI ‎tidak menjadikan Raperda reklamasi sebagai sumber untuk melakukan pemerasan terhadap pengusaha atau perusahaan yang kebetulan mendapatkan izin untuk mengembangkan reklamasi pantai Jakarta," ujar Direktur Megapolitian Strategis Indonesia, Ade Adriansyah Utama, Rabu (6/4).

‎Dikatakan Adriansyah, ‎dengan berbagai dalil dan alasan Raperda reklamasi dan zonasi dipersulit oleh DPRD dan Pemprov DKI.‎ Mereka menjadikan Raperda sebagai tempat subur sekaligus sarana untuk memeras pihak perusahaan.

Padahal, katanya, Agung Podomoro Land dan Agung Sedayu, perusahaan property yang mengantongi izin reklamasi, sudah mengeluarkan banyak biaya mulai dari membayar konsultan yang mendesain reklamasi, yang rencananya akan digunakan untuk hunian dan pusat bisnis.

‎"Karena itu kami memberi catatan, bahwa KPK seharusnya lebih bijaksana terhadap perusahaan dan pengusaha yang menjadi korban pemerasan dari anggota DPRD dan Pemprov DKI. Bukan mau melakukan suap jika Raperda Reklamasi tidak mempersulit pengusaha dan perusahaan yang mendapatkan izin melakukan reklamasi pantai Jakarta," sambungnya.

Selain itu dia mendesak DPR dan Presiden Jokowi untuk mengingatkan KPK agar dalam penegakan hukum dan menetapkan seseorang menjadi tersangka tidak asal madep. Presiden juga seharusnya bisa mengingatkan KPK kalau selama ini langkahnya menghambat pertumbuhan ekonomi, dan pembukaan lapangan kerja yang coba diupayakan para pengusaha. Seperti dalam kasus Raperda reklamasi, katanya, pengusaha dijadikan sasaran padahal mereka dihambat oleh masalah deregulasi yang syarat dengan praktek pemerasan oleh legislatif dan Pemprov DKI.

"KPK fokus saja pada Sanusi serta kemungkinan adanya keterlibatan anggota DPRD lainnya yang melakukan pemerasan. KPK juga harus fokus menyelidiki keterlibatan Ahok dan orang dekatnya," tukasnya.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya