Berita

ilustrasi/net

Politik

Ada Udang Di Balik Penghapusan Three In One Oleh Ahok

MINGGU, 03 APRIL 2016 | 18:44 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Indonesia Traffic Watch (ITW) curiga ada udang di balik batu terkait rencana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menghapus aturan three in one di jalan-jalan protokol ibukota.

"Selain alasan yang tidak relevan, jelas terlihat ada kepentingan pihak lain yang memaksa supaya mereka bisa segera meraup keuntungan dari kesulitan masyarakat pengguna jalan raya," kata Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan, Minggu (3/4).

Menurut Edison, alasan Ahok menghapus three in one karena banyak dimanfaatkan oleh joki yang mengeksploitasi anak tidak relevan sebab eksploitasi terhadap anak bisa terjadi kapan dan dimana saja. Sebaliknya Edison yakin penghapusan aturan three in one hanya untuk memenuhi tuntutan pihak perusahaan yang telah memenangkan tender pelaksanaan sistim Road Pricing (ERP) atau jalan berbayar.


"Sesungguhnya, itulah alasan utama Gubernur Ahok mengapa bersikeras menghapus kebijakan three in one ," tegas Edison.

Seharusnya, dia melanjutkan, dalam kondisi lalu lintas yang carut marut seperti sekarang ini Pemprov DKI berupaya untuk mencari solusi untuk membantu  masyarakat dari kerugian dan beban akibat kemacetan. Bukan malah berfikir mengisi pundi-pundi APBD dengan cara berkolusi dengan pengusaha untuk memberlakukan ERP yang tentu menambah beban pengguna jalan raya.

Pemberlakuan sistem ERP tentu akan diawali dengan pemasangan alat yaitu On Board Unit (OBU) di setiap kendaraan. Alat seharga Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta ini dipasang di mobil dan terintegrasi dengan pintu (gate) ERP. Dan secara otomatis dana yang terisi di dalam alat itu akan berkurang setiap melewati jalan-jalan yang ditetapkan kawasan ERP. Nah menurut Edison, biaya pemasangan OBU tentunya akan ditanggung pemilik kendaraan.

Edison mengungkapkan, pihaknya tidak menolak sistem ERP asalkan didukung dengan tersedianya transportasi angkutan umum yang memberikan kamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamseltibcar), serta terintegrasi ke seluruh penjuru ibukota dan kota-kota penyanggah. Perlunya terjangkau secara ekonomi menjadi prasyarat lain.

"Jika Ahok tetap ngotot untuk melaksanakan sistem ERP saat ini, maka itu bukti bahwa Ahok hanya memenuhi kepentingan pengusaha. Saran saya Pemprov DKI lebih baik fokus pada penyelesaian proyek MRT dan meningkatkan kualitas pelayanan  transportasi angkutan umum yang sudah ada," tukasnya.[dem]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya