Berita

SUAP TOILET HOTEL

KPK Amankan Pecahan Dolar Senilai Rp 1,9 Miliar Saat OTT Di Cawang

JUMAT, 01 APRIL 2016 | 11:17 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut mengamankan sejumlah uang dalam bentuk dolar Amerika Serikat saat operasi tangkap tangan yang dilakukan pada Kamis pagi, 31 Maret 2016.

"Tim menemukan uang 148 ribu dalam berbagai pecahan. 1.487 lembar pecahan 100 dolar, 1 lembar pecahan 50 dolar, 3 lembar pecahan 20 dolar, dan 5 lembar pecahan 1 dolar," ujar Ketua KPK Agus Rahardjo kepada media di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (1/4).

Dengan nilai kurs Rp 13.000, suap yang diberikan senilai lebih dari Rp 1.9 milar. Uang tersebut diamankan bersama tiga orang yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ketiga pelaku dan uang diamankan di sebuah hotel di kawasan Cawang, Jakarta Timur.


Pelaku yang ditangkap adalah dua petinggi BUMN PT Brantas Adipraya, yakni SWA (direktur keuangan) dan DPA (senior manajer PT BA), kemudian seorang swasta berinisial MRD yang berperan sebagai perantara.

"Pemberian (suap) diduga untuk menghentikan penyelidikan Tipikor di PT BA di Kejati DKI," imbuh Agus

Agus menjelaskan ketiga pelaku ditangkap sekitar pukul 09.00 di sebuah hotel di kawasan Cawang, Jakarta Timur.

"MRD dan DPA janji bertemu di hotel di wilayah Cawang, Jaktim. DPA menyerahkan uang ke MRD di toilet pria. Kemudian mereka kembali ke mobil masing-masing. Setelah itu, petugas melakukan penangkapan," katanya.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya