Berita

joko widodo/net

Politik

Siapa Menteri Yang Harus Dicopot Jokowi?

KAMIS, 31 MARET 2016 | 13:21 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Isu perombakan Kabinet Kerja kembali menyeruak. ‎Beredar kabar kocok ulang akan dilakukan Presiden Jokowi pada April 2016 ini.

Kalau reshuffle jilid II dilakukan,‎ Indonesia Development Monitoring (IDM) memberikan masukan pada Presiden Jokowi agar melakukan perombakan besar-besaran terhadap tim ekonomi.

Hal ini perlu dilakukan supaya memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi nasional yang mengarah pada kesejahteraan masyarakat.


Direktur Executive IDM Fahmi Hafel, diantara menteri yang harus direshuffle adalah Rini Soemarno. Kebijakan Rini dinilai tidak nasionalis. Dia misalnya, memaksakan proyek kereta cepat dibangun China padahal berpotensi merugikan negara.

Selain itu, Rini menggadaikan tiga bank pelat merah untuk mendapatkan pinjaman dari CBD dan mengalirkannya pada Sinar Mas dan Medco untuk bisa menalangi gagal bayar kedua perusahaan tersebut.

"Menteri Rini juga tidak melakukan pengelolaan BUMN secara profesional dengan menempatkan jajaran direksi dan komisaris jauh di bawah standar kemampuan dan terindikasi korupsi," sambung Fahmi.

Menurutnya, posisi Menteri Keuangan yang ditempati Bambang Brodjonegoro juga harus dievaluasi. Hampir dua tahun menjadi menteri, Bambang tidak becus membuat kebijakan yang bisa menguatkan kurs rupiah terhadap mata uang asing.

"Terlihat Menteri Keuangan hanya seperti juru bayar saja," kata Fahmi dalam surat elekronik yang diterima redaksi.

Menteri di sektor ekonomi lainnya yang layak dicopot adalah Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Pertanian Andi Amran, dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri.

‎Menurut Fahmi, Menteri Jonan bersama Menteri Komunikasi Rudiantara layak direshuffle karena membiarkan usaha transportasi umum berbasis aplikasi online yang jelas-jelas melanggar undang-undang.

‎Sementara itu, Amran gagal memacu kementerian yang dipimpinnya untuk bisa mencapai target swasembada pangan, dan malah banyak memberikan izin impor pangan yang berdampak pada jatuhnya harga produk pangan lokal. Di sisi lain, kebijakan Amran tersebut tidak berdampak pada turunnya harga pangan di masyarakat.

"Menteri Tenaga Kerja , Menteri Hukum dan HAM serta Kepala BKPM adalah tiga jajaran yang harus juga direshuffle karena gagal mencegah masuknya ratusan ribu  tenaga kerja asing unskill ke Indonesia, sehingga menyebabkan kurangnya lapangan kerja untuk angkatan kerja baru," katanya.

"Menteri Kehutanan dan Kepala BPN juga dianggap gagal untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan, illegal logging dan ilegal mining di kawasan hutan lindung ," tukas Fahmi.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya