Berita

Soal Niat Jahat Dalam Kasus RS Sumber Waras, KPK Sejalan Dengan Ahok

RABU, 30 MARET 2016 | 04:45 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Penanganan kasus dugaan korupsi pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta semakin aneh. Karena Komisi Pemberantasan Korupsi mensyaratkan adanya niat jahat untuk menaikkan statusnya ke tingkat penyidikan.

Semakin aneh, karena Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama sebelumnya juga mengaku tidak punya niat maling terkait pembelian lahan RS Sumber Waras. (KPK: Tak Hanya Kesalahan Prosedur, Tapi Harus Ada Niat Jahat)

"KPK koq bicara korupsi semakin aneh, bicara soal niat. Ampun dah, jawabannya seperti sudah satu suara dg Ahok," cuit mantan Staf Presiden, Andi Arief, lewat akun Twitter-nya Selasa malam.


Andi Arief menegaskan BPK sudah menyarankan Ahok untuk membatalkan pembelian lahan RS Sumber Waras. Tapi Ahok tetap tidak mau membatalkan transaksi yang merugikan negara tersebut.

"Itu artinya memang dia tak ada niat baik terhadap keuangan negara," tegas Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum ini.

Tak hanya itu, sambung Andi Arief, Ahok juga menabrak semua aturan dalam proses pembelian lahan seluas 3,64 hektar tersebut. "Masak Ahok yang diam2 alias bekerja siluman anggaran RSSW tidak dilihat sebagai niat jahat. Oh KPK," ungkapnya.

Kalau pun memang tidak ada niat jahat, menurutnya, Ahok tetap bisa dijerat karena sudah lalai sehingga negara mengalami kerugian, seperti temuan BPK.

"Ambil yang paling minimal, kalau ada korupsinya walau tanpa niat katakanlah, bukankah itu kelalaian? Oh Andi Mallarangeng, kau yang lalai," demikian Andi Arief, mengingatkan sosok mantan Menpora tersebut yang dijerat kasus Hambalang karena lalai mengawasi bawahannya dan adiknya.

Sebelumnya Ahok sendiri tidak khawatir akan dijerat KPK. Karena dia tidak ada niat untuk memperkaya diri sendiri. "Saya mah santai saja, saya percaya KPK kerja profesional, kenapa takut? KPK profesional dan saya berterimakasih. Orang saya tidak pernah niat maling, niat saja kagak," jelas Ahok. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya