Berita

Lieus Sungharisma/net

Lieus: Surat Terbuka Ruki Akibat Elit Parpol Buta Dan Tuli

SENIN, 28 MARET 2016 | 21:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Beredarnya surat terbuka mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiqurrahman Ruki mengundang banyak reaksi. Sebagian orang menyayangkan tapi sebagian lagi setuju dengan isi surat.

Dalam suratnya, Ruki mengatakan negeri ini sudah dikuasai oleh para komparador, traitor dan koruptor yang merampas hak-hak bangsa untuk hidup sejahtera. Karena itu Ruki antara lain bertanya kemana perginya keberpihakan kita kepada rakyat dan kaum melarat? Dimana sekarang berada tekad padamu negeri kami berbakti, bagimu negeri kami mengabdi?

Masih dalam suratnya, Ruki menyatakan saat ini Indonesia sudah jauh menyimpang dari tujuan awal pembentukannya meski pun masih bernama NKRI. UUD 1945 sudah dipreteli, bahkan burung Garuda yang jadi lambang negara sudah disebut Bebek Nungging, kata Ruki geram sembari menutup suratnya dengan ajakan: "Mari Bung Rebut Kembali."


Menanggapi surat terbuka Ruki itu, Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungharisma, mendesak agar elit politik sudi introspeksi diri.

"Surat pak Ruki itu tidak akan muncul kalau elit politik di negeri ini terbuka hati nuraninya. Surat itu muncul karena selama ini elit partai politik buta dan tuli," katanya kepada redaksi, Senin (28/3).

Seharusnya, kata Lieus, pejuang seperti Ruki sudah tinggal menikmati masa tuanya. Tapi karena kondisi bangsa ini tidak juga membaik, Ruki terpaksa harus turun gunung lagi.

"Ini jelas tidak baik. Generasi penerus yang kini memimpin bangsa dan negara ini, yang kini duduk enak menikmati kursi kekuasaan di legislatif, eksekutif dan legislatif, harusnya malu," ujar Lieus.

Lieus pun mencontohkan apa yang terjadi di Jakarta.

"Lihatlah bagaimana rakyat digusur-gusur atas nama pembangunan yang tak jelas arah dan tujuannya. Hanya demi keindahan kota, rakyat harus digusur dari tempat tinggalnya," katanya.

"Padahal, kalau hanya untuk keindahan, kan cukup ditata ulang saja? Kenapa orang-orang miskin itu harus digusur dan disingkirkan? Ini karena gubernur Jakarta sekarang sangat berpihak pada kaum kapitalis," tukas Lieus. [wah]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya