Berita

Bisnis

Harga BBM Turun Banyak, Lebaran Rakyat Menderita

SENIN, 28 MARET 2016 | 11:12 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemerintah akan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar per 1 April mendatang. Namun diingatkan sangat beresiko bila pemerintah menurunkan harga BBM terlalu jauh.

"Pemerintah perlu waspada menetapkan harga jual BBM periode April. Resiko besar akan terjadi ketika nanti jelang lebaran harus naik. Tentu ini akan sangat memukul daya beli masyarakat," ujar Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaean kepada redaksi, Senin (28/3).

"Kasihan rakyat nanti pada saat lebaran harus dihadapkan pada harga bahan pokok yang melambung. Sebaiknya pemerintah jangan ceroboh lagi. Kestabilan harga lebih penting bagi publik daripada sekedar mengikuti trend fluktuasi harga minyak," sambungnya.

Menurut dia, bila mengacu pada rata-rata harga MOPS bulan Januari sampai Maret 2016 maka harga jual BBM bisa diturunkan lebih dari Rp 1000 per liter. Tapi pemerintah perlu lebih bijaksana dan lebih menggunakan pertimbangan kestabilan harga daripada menggunakan harga pasar.

"Melihat trend harga minyak dunia, maka bulan puasa dan lebaran nanti harga BBM naik karena rata-rata harga crude cenderung di kisaran 40 dolar AS per barelnya, berbeda dengan harga pada periode Januari-Maret 2016 dengan harga terendah di angka 27 dolar AS per barel," tukasnya.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya