Berita

ilustrasi/net

Politik

Gebrakan Polres Jaksel Angin Segar Lebih Peduli Anak-Anak

MINGGU, 27 MARET 2016 | 21:16 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mengapresiasi tindakan Polres Jakarta Selatan yang menangkap para pengekspoitasi dan mengamankan anak jalanan yang menjadi korbannya di daerah Blok M.

"Gebrakan Polres Jakarta Selatan menjadi angin segar yang mengingatkan aparat agar lebih peduli pada anak-anak yang sedang disiksa," ujar Wakil Ketua DPR RI GKR Hemas dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (27/3).

Dia berharap upaya ini segera diikuti oleh seluruh Polres di DKI Jakarta. Sebab, pemaksaan anak untuk mengemis, mengamen dan menjadi joki 3 in 1 di Jakarta sudah lama terlihat menyedihkan namun tindakan pemerintah masih sangat lemah.


Selain itu dia berharap pemerintah diharapkan dapat segera turun tangan. Kementerian Sosial harus mengambil alih pemeliharaan dan memberikan pembinaan terhadap anak-anak jalanan yang dieksploitasi sebagaimana amanat konstitusi.

"Menteri Sosial hendaknya lebih aktif menangani masalah ini, mengingat ini terjadi terjadi di depan mata dan terlihat sehari-hari," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Polres Jaksel menangkap dua tersangka yang menyewakan dan mengeksploitasi anak di bawah umur. Dalam satu hari, satu anak disewakan dengan harga Rp 200 ribu. Selain menyewakan, para tersangka juga mengekploitasi anak untuk mengamen, mengemis dan joki 3 in 1. Para pelaku juga menyiksa anak jika tak mau mau menuruti kemauan pelaku.

Kedua tersangka yang ditangkap adalah I alias Tia alias Mama Wiwit (35) warga Jalan Antasari, Jakarta Selatan dan NH (43) warga pinang ranti, Makassar, Jakarta Timur. Setelah menangkap keduanya, polisi kemudian menggelar operasi di wilayah Jakarta Selatan.

Sebanyak 17 anak dan 8 orang dewasa dibawa ke Mapolres Jakarta Selatan untuk didalami dan didata. Para anak itu diduga juga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang. [dem]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya