Berita

taufiqurrahman ruki/net

Mantan Pimpinan KPK Masuk Gelanggang Pilkada Jakarta

JUMAT, 25 MARET 2016 | 22:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sejumlah aktivis berkumpul di restoran Pempek Kita di Jalan Tebet Timur Dalam Raya, Jakarta Selatan, Jumat siang (25/3). Dalam pertemuan itu, mereka mendorong mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiqurrahman Ruki untuk ikut dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta.

Mereka yang hadir dalam pertemuan itu antara lain adalah Fahmi Idris, Syahganda Nainggolan, M. Hatta Taliwang, Ratna Sarumpaet, Dojo Edy, Prof. Prijono, Chandra T.  Wijaya, Haris Rusli Moti, Derek Manangka, dan Bursah Zarnubi yang menjadi tuan rumah.

Pertemuan tersebut mengambil tema "Mari Boeng Reboet Kembali". Istilah ini belakangan kerap digunakan Taufiqqurrahman Ruki dalam pernyataan-pernyataannya di berbagai diskusi.


Menurut para aktivis ini, Taufiqurrahman Ruki memiliki semua hal yang dibutuhkan untuk memimpin ibukota. Selain tentu saja sudah terbukti memiliki komitmen yang tinggi dalam pemberantasan korupsi.

"Saya kira kita semua sepakat dengan Pak TR (Taufiqurrahman Ruki) bahwa sudah saatnya kita semua berkata: mari Bung rebut kembali," ujar Hatta Taliwang yang menjadi moderator.

Hatta, seperti aktivis-aktivis lain yang hadir, menilai bahwa proses demokrasi Indonesia saat ini telah dibajak oleh pemilik modal kelas naga yang bisa dengan mudah membeli partai politik dan mendanai individu tertentu yang hendak mereka jadikan kuda troya.

"Inilah makna hakiki dari seruan mari Bung rebut kembali," ujar Bursah Zarnubi.

Adapun Ratna Sarumpaet, mengingatkan, yang juga penting dilakukan para aktivis selain mencari kandidat bermutu untuk bertarung dalam pemilihan gubernur adalah terus mengawal proses hukum kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras yang ditengarai berbau korupsi dan melibatkan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.

Para aktivis yang berkumpul di Pempek Kita itu akan mengusung Taufiqurrahman Ruki sebagai calon dari jalur independen. Tetapi mereka juga merasa perlu untuk berkomunikasi dengan pimpinan-pimpinan partai politik. [dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya