Berita

Olahraga

Ternyata, Kualitas Lapangan Latihan Persib Setara Dengan Milik AC Milan & Real Madrid

JUMAT, 25 MARET 2016 | 08:26 WIB | LAPORAN:

Persib Bandung menjadi salah satu klub di Indonesia yang menggunakan lapangan rumput sintetis untuk berlatih. Fasilitas itu biasanya digunakan Persib saat berlatih di Lapangan Progresif Football, kawasan Soekarno-Hatta, Bandung.

Menariknya, rumput sintetis yang digunakan pada lapangan tersebut kualitasnya sama seperti yang digunakan beberapa klub besar Eropa. Di antaranya Stadion Santiago Bernabeu milik Real Madrid, Milanello yang merupakan tempat latihan AC Milan, lapangan latihan Atletico Madrid, serta Stadion milik klub AC Cesena.

Rumput yang digunakan klub-klub itu adalah Limonta Sport-Italy, yang di Indonesia distributor tunggalnya yaitu Delta Prima. Menurut kapten tim Persib, Atep, untuk saat ini penggunaan lapangan rumput sintetis memang diperlukan.


"Karena sejauh ini, rumput asli cukup sulit dan mahal perawatannya. Rumput sintetis bisa menjadi solusinya. Persib sering menggunakannya untuk latihan di Lapangan Progresif Football, tapi untuk pertandingan resmi memang belum pernah," ujar Atep saat dihubungi di Jakarta, Jumat (25/3) malam.

"Saya optimistis, sejalan dengan perkembangan zaman, rumput sintetis akan banyak digunakan," tambah pemain bernomor punggung 7 ini.

Sementara itu, Direktur Delta Prima, Aldrey Hansyah, mengakui pengunaan rumput sintetis untuk lapangan sepakbola memang masih sedikit di Indonesia. Kalau untuk lapangan futsal memang sudah sangat banyak.

Padahal, menurut Aldrey, lapangan dengan rumput sintetis memiliki banyak kelebihan dibandingkan lapangan rumput natural. Misalnya, dari segi perawatan. Rumput sintetis perawatannya lebih mudah lantaran tanpa menggunakan pupuk, air, pembersihan rumput liar, penambalan, dan sebagainya.

Di samping itu, lapangan rumput sintetis juga bisa digunakan tanpa batas waktu. Sedangkan rumput alami memiliki jumlah waktu terbatas penggunaan, karena memerlukan waktu untuk pemulihan rumput.

"Lapangan rumput sintetis bisa bertahan minimum 10 tahun dengan perawatan yang baik. Bahkan, jika terjadi hujan masih bisa dipakai dan kualitasnya masih lebih bagus dibandingkan rumput natural," jelas Aldrey.

Untuk soal harga, Aldrey mengungkapkan pembuatan satu lapangan sepakbola dengan rumput sintetis bisa mencapai Rp 3-5 miliar. "Kami berharap kehadiran rumput sintetis pada lapangan sepakbola bisa memperbaiki minimnya lapangan sepakbola yang berkualitas. Mengingat, negara-negara tetangga seperti Singapura maupun di Eropa sudah banyak yang menggunakannya," pungkasnya.[wid]   


Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya