Berita

Politik

Tidak Benar Penembakan Kapal Taiwan Lukai 20 Orang

JUMAT, 25 MARET 2016 | 02:56 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membenarkan satuan tugas kementeriannya menembak dua kapal ikan berbendera Taiwan.

"Benar, aparat kami mengejar dan melakukan tembakan terhadap kapal Taiwan," kata Susi di Kantor Kemko Polhukam, Jakarta, Kamis (24/3).

Meski begitu, Susi membantah kabar ada 20 korban terluka dalam insiden tersebut.

"Tidak ada perlawanan dan tidak dibantu coastguard-nya," kata Susi membandingkan dengan upaya penangkapan kapal ikan ilegal KM Kway Fay 10078 oleh KP Hiu 11 yang dihalang-halangi kapal costguard China.

Susi mengatakan, langkah satgas KKP menembak kapal ikan berbendera Taiwan sudah sesuai prosedur. Menurutnya, apa yang dilakukan kapal ikan Taiwan sama seperti yang dilakukan kapal China di Perairan Natuna, yakni sama-sama melanggar batas wilayah perairan Indonesia.

"Jadi sama (seperti kapal Tiongkok). Sebetulnya kapal sambil mancing, lewat laut kita, alat pancingnya jalan, kelihatan, disuruh berhenti enggak mau, ya kita lakukan penembakan," kata Susi.

"Cuma yang (kapal Taiwan) ini jalan terus tanpa ada costguard yang bantu. Kalau yang China ditabrak oleh mereka sendiri untuk membantu keluar," sambungnya.

Dihimpun dari pemberitaan media, awak dua kapal nelayan berbendera Taiwan menuntut pemerintah Indonesia dan aparat TNI Angkatan Laut (AL) minta maaf. Mereka mengklaim ditembaki saat melewati Selat Malaka menuju ke Singapura.

Focus Taiwan melaporkan, kedua kapal itu bernama Sheng Te Tsai dan Lien I Hsing Nomor 116 yang menjadi anggota Asosiasi Nelayan Liuchiu. Kelompok nelayan itu mengaku para awak mengalami penembakan, pada Senin 21 Maret 2016 pagi waktu setempat.

Nelayan Taiwan membaca kode 2804 dari badan kapal militer yang menembaki mereka. Kode itu disebut milik TNI AL. Namun belakangan diketahui kapal ikan berbendera Taiwan itu ditembaki petugas KKP alias anak buah Susi Pudjiastuti.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya