Berita

net

Bisnis

Engelina Pattiasina: Sudirman Said, Berhentilah Bohongi Rakyat!

KAMIS, 24 MARET 2016 | 02:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Menteri Energi Sumber Daya Mineral Sudirman Said diminta berhenti membohongi rakyat. Pernyataan Sudirman Said bahwa proyek pembangunan kilang di Blok Masela akan molor dari waktu yang dicanangkan pada tahun 2018 karena dipilihnya skema pipanisasi di darat (onshore) dinilai mengada-ada.

"Kalaupun skema laut yang dipilih, proyek pengelolaan Masela juga akan molor dari waktu yang telah ditetapkan. Jadi, bilang sama Sudirman Said berhentilah membohongi rakyat," ujar pendiri sekaligus Direktur Archipelago Solidarity Foundation Engelina Pattiasina kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (23/3).

Dikatakan dia, saat ini perusahaan-perusahaan migas dunia sedang terpuruk akibat jebloknya harga minyak dunia. Karena itu, pembangunan Blok Masela pasti molor bukan karena pemilihan skenario pengelolaan di darat tetapi juga jika dipilih dibangun di laut.

"Jadi sekali lagi saya tegaskan, sebaiknya Menteri ESDM stop membohongi rakyat," ucap Engelina.

Sejak tahun 2011, Engelina bersama tokoh masyarakat dan akademisi Maluku mengampanyekan keberadaan Blok Masela, dan mendorong pengelolaan gas di sana dengan skenario pipanisasi. Karena itu, mewakili  masyarakat Maluku, Engelina menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah memenuhi keinginan masyarakat Maluku agar pembangunan kilang Blok Masela dibangun di darat.

"Masyarakat Maluku sangat bersyukur kepada Tuhan atas keputusan Presiden ini. Kami juga mengapresiasi apa yang dilakukan Menko Kemaritiman, Pak Rizal Ramli yang sejak awal berjuang bersama kami untuk memilih skema darat," paparnya.

Lebih lanjut putri pendiri Pertamina ini mengatakan bahwa skema kilang di darat tidak hanya akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

"Ini proyek jangka panjang yang luar biasa karena mencapai 70 tahun. sehingga akan sangat besar manfaatnya bagi masyarakat Maluku dan seluruh rakyat Indonesia," tukasnya. [dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya