Berita

Bisnis

Onshore, Kesempatan Baik Pertamina Kelola Proyek Masela

KAMIS, 24 MARET 2016 | 00:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Inpex dan Shell sangat mungkin mundur dari proyek Masela setelah pemerintah memutuskan skema pengelolaan ladang gas abadi di Laut Arafuru itu dilakukan di darat.

"Di sinilah tantangan bagi Jokowi untuk melanjutkan operasi Masela jika Shell dan Inpex mundur. Boleh jadi ini kesempatan baik bagi Pertamina untuk ikut andil dalam Masela project dengan mengajak kerjasama pemerintah daerah setempat," ujar peneliti Pusat Kajian Ekonomi Politik Universitas Bung Karno, Salamuddin Daeng kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (23/3).

Menurut dia, Inpex dan Shell bisa saja hengkang dari proyek Masela karena tahun ini perusahaan asal Jepang dan Belanda itu memotong pengeluaran secara besar-besaran.


Sementara itu, keputusan Jokowi bahwa ladang gas abadi Masela dikelola dengan skenario pipanisasi (onshore) membuat Inpex dan Shell harus merubah perhitungannya, termasuk mengenai lembaga lembaga pembiayaan, penyedia barang dan jasa infrastruktur.

"Persoalan tinggal satu, yakni bagaimana Jokowi menekan Menteri ESDM untuk menerima keputusan presiden. Saya yakin Sudirman Said sampai saat ini masih menolak dan bahkan meminta penundaan proyek ini," sambung Salamuddin.

Hal lain yang juga perlu dicermati, katanya, jika Inpex mundur maka pemerintah Jokowi perlu memikirkan ganti biaya eksplorasi yang mereka keluarkan dalam masa explorasi. Dengan begitu pemerintah tidak akan diajukan ke pengadilan arbitrase internasional.

"Kemungkinan semacam itu bisa saja dilakukan oleh Inpex dengan alasan masalah yang dihadapi bukan bisnis, tapi politik. Yakni pertikaian antar menteri dalam kabinet Jokowi," tukasnya.[dem] ‎

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya