Berita

Dunia

KBRI Imbau WNI Di Belgia Tingkatkan Kewaspadaan

RABU, 23 MARET 2016 | 03:44 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Brussels mengimbau WNI yang ada di Belgia untuk berhati-hati pasca insiden rangkaian teror yang menewaskan puluhan orang.

"KBRI mengeluarkan imbauan agar masyarakat Indonesia tetap meningkatkan kewaspadaan dan kehatian-hatian. Sedapat mungkin hindari kawasan keramaian yang dapat berpotensi menjadi serangan teroris," kata Sekretaris Pertama Fungsi Penerangan Sosbud KBRI di Brussels, Devdy Risa, dalam telewicara dengan TV One, Selasa malam (22/3).

Dia menjelaskan hasil koordinasi dengan otoritas di Brussels sampai saat ini belum ada informasi WNI menjadi korban dalam insiden ini.


"Kita imbau WNI saling menginformasikan keberadaan masing-masing bekerjasama dengan pihak terkait, menginformasikan ke KBRI sedianya ada yang menjadi korban," ucap Devdy Risa.

Militan radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan teror di bandara dan stasiun kereta metro di Brussels. ISIS menyebut para anggotanya mendalangi serangan teror dengan sabuk berbahan peledak.

"Pejuang Islamic State melancarkan serangkaian pengeboman dengan sabuk peledak pada Selasa, menyerang bandara dan stasiun metro di jantung ibu kota Belgia di Brussels," demikian pernyataan ISIS melalui kantor berita Aamaaq yang merupakan aliansi ISIS seperti dilansir Reuters.

Otoritas Belgia menyebutkan ledakan besar di dua lokasi tersebut menewaskan 34 orang dan 170 lainnya terluka. Bom mengguncang bandara Zaventem di Brussels pada pagi pukul 08.00 waktu setempat. Selang satu jam kemudian ledakan menghantam stasiun kereta Maelbeek.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya